Comments on: Menanam Benih-Benih Muda Keemasan http://muslimah.or.id/pendidikan-anak/menanam-benih-benih-muda-keemasan.html Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah Sun, 22 Apr 2012 12:25:11 -0400 http://wordpress.org/?v=2.8.4 hourly 1 By: badri. s http://muslimah.or.id/pendidikan-anak/menanam-benih-benih-muda-keemasan.html/comment-page-1#comment-10798 badri. s Tue, 19 Oct 2010 07:19:36 +0000 http://muslimah.or.id/?p=206#comment-10798 Asslm. izin share ya ! Asslm. izin share ya !

]]>
By: Rini fariani http://muslimah.or.id/pendidikan-anak/menanam-benih-benih-muda-keemasan.html/comment-page-1#comment-6380 Rini fariani Thu, 19 Nov 2009 06:11:46 +0000 http://muslimah.or.id/?p=206#comment-6380 sampai saat ini ana masih berusaha untuk membenahi diri, menuntut ilmu agama & Mengamalkannya. Meski kadang nafsu ini lebih kuat menguasai diri.. Anak memberikan motivasi yang besar untuk membawa perubahan pada diri ana ke arah yang lebih baik. Semoga bisa menjadi muslimah yang istiqomah. sampai saat ini ana masih berusaha untuk membenahi diri, menuntut ilmu agama & Mengamalkannya. Meski kadang nafsu ini lebih kuat menguasai diri.. Anak memberikan motivasi yang besar untuk membawa perubahan pada diri ana ke arah yang lebih baik. Semoga bisa menjadi muslimah yang istiqomah.

]]>
By: tya afnan http://muslimah.or.id/pendidikan-anak/menanam-benih-benih-muda-keemasan.html/comment-page-1#comment-5513 tya afnan Tue, 08 Sep 2009 02:05:35 +0000 http://muslimah.or.id/?p=206#comment-5513 Sesungguhnya anak adalah amanah dari Alloh SWT... marilah kita jaga dengan sebaik mungkin,,,, syukron atas artikelnya! salam ukhuwah kepada ukhti bintu_muhammad Sesungguhnya anak adalah amanah dari Alloh SWT… marilah kita jaga dengan sebaik mungkin,,,, syukron atas artikelnya! salam ukhuwah kepada ukhti bintu_muhammad

]]>
By: bintu muhamad http://muslimah.or.id/pendidikan-anak/menanam-benih-benih-muda-keemasan.html/comment-page-1#comment-4442 bintu muhamad Sat, 16 May 2009 10:05:39 +0000 http://muslimah.or.id/?p=206#comment-4442 Al-'afwu minkum... <b>Ralat:</b> Hadits yang diriwayatkan dari Shahabat Mu’awiyah bin Hakam as-Sulamy radhiyallahu ‘anhu, yang berbunyi: Artinya: <i>Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada seorang budak wanita (jariyah): “Dimana Allah?” Ia menjawab: “Allah itu di langit.” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa aku?” “Engkau adalah Rasulullah,” jawabnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Merdekakanlah ia, karena sesungguhnya dia adalah seorang mukminah.”</i> Bukanlah <b>hadits mutawatir</b>, melainkan <b>hadits ahad</b>, yang termasuk dalam kategori <b>hadits gharib</b>. Mohon maaf atas kekeliruan tersebut. Al-’afwu minkum…

Ralat:
Hadits yang diriwayatkan dari Shahabat Mu’awiyah bin Hakam as-Sulamy radhiyallahu ‘anhu, yang berbunyi:

Artinya: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada seorang budak wanita (jariyah): “Dimana Allah?” Ia menjawab: “Allah itu di langit.” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa aku?” “Engkau adalah Rasulullah,” jawabnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Merdekakanlah ia, karena sesungguhnya dia adalah seorang mukminah.”

Bukanlah hadits mutawatir, melainkan hadits ahad, yang termasuk dalam kategori hadits gharib.

Mohon maaf atas kekeliruan tersebut.

]]>
By: bintu muhamad http://muslimah.or.id/pendidikan-anak/menanam-benih-benih-muda-keemasan.html/comment-page-1#comment-4441 bintu muhamad Sat, 16 May 2009 09:44:52 +0000 http://muslimah.or.id/?p=206#comment-4441 @Ummu Rakean Allah Jalla wa 'Ala itu bersemayam di atas 'Arsy, sesuai dengan firman Allah: <i>ar-rahmaanu 'alal 'arsyistawaa...</i> Artinya: <i>"Yang Maha Pemurah itu bersemayam di atas 'Arsy."</i> (QS. Thaahaa: 5) Bersemayamnya Allah di atas langit itu merupakan salah satu aspek penjabaran dari sifat Allah, yaitu <i>al-'Uluw</i>. Dan penjabaran dari sifat-sifat Allah ini merupakan bagian dari pembahasan Tauhid al-Asma' wash Shifat. Adapun dalil yang mendukung keterangan ini adalah sebuah hadits mutawatir yang diriwayatkan dari Shahabat Mu'awiyah bin Hakam as-Sulamy radhiyallahu 'anhu: Artinya: <i>Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya kepada seorang budak wanita (jariyah): "Dimana Allah?" Ia menjawab: <b>"Allah itu di langit."</b> Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Siapa aku?" "Engkau adalah Rasulullah," jawabnya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Merdekakanlah ia, karena sesungguhnya dia adalah seorang mukminah."</i> Hadits tersebut diriwayatkan oleh Muslim (no. 537), Abu 'Awanah (II/141-142), Abu Dawud (no. 930), an-Nasa'i (III/14-16), ad-Daarimiy (I/353-354), Ibnul Jarud dalam <i>al-Muntaqa'</i> (no. 212), al-Baihaqy (II/249-250) dan Ahmad (V/447-448) Adapun firman Allah Subhanahu wa Ta'ala yang berbunyi: Artinya: <i>"Dan sungguh, Kami telah Menciptakan manusia dan Mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, <b>dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.</b>"</i> (QS. Qaaf: 16) Maka maksud dari firman Allah: <i>"...Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya."</i> adalah <b>ilmu</b> Allah atas makhluq-makhluq-Nya. Sebagaimana disebutkan dalam ayat tersebut, <i>"Dan sungguh, Kami telah Menciptakan manusia dan <b>Mengetahui</b> apa yang dibisikkan oleh hatinya...</i>" Atau firman Allah Ta'ala yang lain: <i>wa huwa ma'akum aina maa kuntum</i> Artinya: <i>"Dan Dia bersamamu dimana saja kamu berada."</i> (QS. al-Hadiid: 4) Dan firman-Nya: Artinya: <i>"Dan apabila hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya <b>Aku adalah dekat</b>, Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a kepada-Ku..." (QS. al-Baqarah: 186) Maka, apa yang telah diturunkan Allah dan difirmankan-Nya di dalam al-Qur'an dan al-Hadits ash-shahihah tidak akan bertentang antara satu dengan yang lainnya. Allah Yang Maha Tinggi bersemayam di atas 'Arsy, namun bersamaan dengan itu pula Allah tetap mengawasi makhluq-Nya, mengintai amal perbuatan mereka, dan mengetahui apa-apa yang mereka nyatakan dan mereka sembunyikan. Allah 'Azza wa Jalla berfirman: Artinya: </i><i>"Dan rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati. Apakah Allah Yang Menciptakan itu tidak mengetahui? Dia Maha Halus, Maha Mengetahui."</i> (QS. al-Mulk: 13-14) Jadi, tidak benar pendapat teman anti yang mengatakan bahwa Allah ada dimana-mana, atau bahkan Allah menyatu dengan hamba-Nya. Ini adalah pendapat yang bathil dan tidak ada landasan dalilnya. Yang benar adalah, Allah bersemayam di atas 'Arsy dan 'ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. <i>Wallahu a'lam bish showab</i> @Ummu Rakean

Allah Jalla wa ‘Ala itu bersemayam di atas ‘Arsy, sesuai dengan firman Allah:

ar-rahmaanu ‘alal ‘arsyistawaa…
Artinya: “Yang Maha Pemurah itu bersemayam di atas ‘Arsy.” (QS. Thaahaa: 5)

Bersemayamnya Allah di atas langit itu merupakan salah satu aspek penjabaran dari sifat Allah, yaitu al-’Uluw. Dan penjabaran dari sifat-sifat Allah ini merupakan bagian dari pembahasan Tauhid al-Asma’ wash Shifat.

Adapun dalil yang mendukung keterangan ini adalah sebuah hadits mutawatir yang diriwayatkan dari Shahabat Mu’awiyah bin Hakam as-Sulamy radhiyallahu ‘anhu:

Artinya: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada seorang budak wanita (jariyah): “Dimana Allah?” Ia menjawab: “Allah itu di langit.” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa aku?” “Engkau adalah Rasulullah,” jawabnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Merdekakanlah ia, karena sesungguhnya dia adalah seorang mukminah.”
Hadits tersebut diriwayatkan oleh Muslim (no. 537), Abu ‘Awanah (II/141-142), Abu Dawud (no. 930), an-Nasa’i (III/14-16), ad-Daarimiy (I/353-354), Ibnul Jarud dalam al-Muntaqa’ (no. 212), al-Baihaqy (II/249-250) dan Ahmad (V/447-448)

Adapun firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berbunyi:

Artinya: “Dan sungguh, Kami telah Menciptakan manusia dan Mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. (QS. Qaaf: 16)

Maka maksud dari firman Allah: “…Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” adalah ilmu Allah atas makhluq-makhluq-Nya. Sebagaimana disebutkan dalam ayat tersebut, “Dan sungguh, Kami telah Menciptakan manusia dan Mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya…

Atau firman Allah Ta’ala yang lain:
wa huwa ma’akum aina maa kuntum
Artinya: “Dan Dia bersamamu dimana saja kamu berada.” (QS. al-Hadiid: 4)

Dan firman-Nya:

Artinya: “Dan apabila hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat, Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a kepada-Ku…” (QS. al-Baqarah: 186)

Maka, apa yang telah diturunkan Allah dan difirmankan-Nya di dalam al-Qur’an dan al-Hadits ash-shahihah tidak akan bertentang antara satu dengan yang lainnya. Allah Yang Maha Tinggi bersemayam di atas ‘Arsy, namun bersamaan dengan itu pula Allah tetap mengawasi makhluq-Nya, mengintai amal perbuatan mereka, dan mengetahui apa-apa yang mereka nyatakan dan mereka sembunyikan.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

Artinya: “Dan rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati. Apakah Allah Yang Menciptakan itu tidak mengetahui? Dia Maha Halus, Maha Mengetahui.” (QS. al-Mulk: 13-14)

Jadi, tidak benar pendapat teman anti yang mengatakan bahwa Allah ada dimana-mana, atau bahkan Allah menyatu dengan hamba-Nya. Ini adalah pendapat yang bathil dan tidak ada landasan dalilnya.
Yang benar adalah, Allah bersemayam di atas ‘Arsy dan ‘ilmu-Nya meliputi segala sesuatu.

Wallahu a’lam bish showab

]]>
By: Ummu Rakean http://muslimah.or.id/pendidikan-anak/menanam-benih-benih-muda-keemasan.html/comment-page-1#comment-4438 Ummu Rakean Sat, 16 May 2009 05:56:00 +0000 http://muslimah.or.id/?p=206#comment-4438 anak saya bertanya dimanakah Alloh, maka saya menjawab Alloh ada di atas langit, bersemayam di atas arsy. teman saya yang mendengar hal tersebut bertanya, lalu bagaimana korelasinya dengan Alloh lebih dekat dengan urat leher (QS Qaaf 16), karena menurutnya Alloh ada dimana-mana, dekat dengan kita. Mohon penjelasannya agar kami tidak keliru, juga mohon penjelasannya apa yang dimaksud dalam ayat tersebut. Jazakumulloh anak saya bertanya dimanakah Alloh, maka saya menjawab Alloh ada di atas langit, bersemayam di atas arsy.
teman saya yang mendengar hal tersebut bertanya, lalu bagaimana korelasinya dengan Alloh lebih dekat dengan urat leher (QS Qaaf 16), karena menurutnya Alloh ada dimana-mana, dekat dengan kita.
Mohon penjelasannya agar kami tidak keliru, juga mohon penjelasannya apa yang dimaksud dalam ayat tersebut. Jazakumulloh

]]>