Comments on: Surga Diliputi Perkara Yang Dibenci Jiwa, Neraka Diliputi Perkara Yang Disukai Nafsu http://muslimah.or.id/hadits/surga-diliputi-perkara-yang-dibenci-jiwa-neraka-diliputi-perkara-yang-disukai-nafsu.html Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah Wed, 02 May 2012 08:45:59 -0400 http://wordpress.org/?v=2.8.4 hourly 1 By: www.muslimah.or.id http://muslimah.or.id/hadits/surga-diliputi-perkara-yang-dibenci-jiwa-neraka-diliputi-perkara-yang-disukai-nafsu.html/comment-page-1#comment-18727 www.muslimah.or.id Tue, 24 Apr 2012 06:58:54 +0000 http://muslimah.or.id/?p=888#comment-18727 wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh iya...jawaban ringkasnya pindah ke lain. Ini sama halnya anda menanyakan, bagaimana jika seseorang memiliki bakat melakukan sesuatu yang haram (misalnya membuat minuman keras), tentu saja ia harus meninggalkan pekerjaan itu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, <em>“Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah niscaya Allah akan menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik darinya.”</em> (HR. Ahmad) Ini juga sebagaimana harta (atau kenikmatan dan kelebihan yang Allah berikan kepada seorang hamba) bisa jadi ujian maupun berkah. Ketika kelebihan itu digunakan untuk melakukan hal yang bertentangan dengan hukum Allah, maka kelebihan itu tiadalah berguna untuk seseorang di akhirat walaupun kelihatannya berguna untuknya di dunia. Wallahu a'lam wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
iya…jawaban ringkasnya pindah ke lain.
Ini sama halnya anda menanyakan, bagaimana jika seseorang memiliki bakat melakukan sesuatu yang haram (misalnya membuat minuman keras), tentu saja ia harus meninggalkan pekerjaan itu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah niscaya Allah akan menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik darinya.” (HR. Ahmad)

Ini juga sebagaimana harta (atau kenikmatan dan kelebihan yang Allah berikan kepada seorang hamba) bisa jadi ujian maupun berkah.
Ketika kelebihan itu digunakan untuk melakukan hal yang bertentangan dengan hukum Allah, maka kelebihan itu tiadalah berguna untuk seseorang di akhirat walaupun kelihatannya berguna untuknya di dunia.
Wallahu a’lam

]]>
By: sven http://muslimah.or.id/hadits/surga-diliputi-perkara-yang-dibenci-jiwa-neraka-diliputi-perkara-yang-disukai-nafsu.html/comment-page-1#comment-18724 sven Tue, 24 Apr 2012 04:58:38 +0000 http://muslimah.or.id/?p=888#comment-18724 assalamu'alaikum, sekedar menanggapi tulisan anda di atas. bagaimana seandainya seseorang ladang mencari nafkahnya justru sebagai pemusik atau penyanyi? apakah seseorang itu harus pindah jalur ke yang lain, sementara hal yang ia kuasai justru tentang musik? lantas untuk apa ia dikaruniai bakat peka terhadap nada? mohon dijelaskan alasannya, karena dari sekian banyak tanggapan belum ada yang memuaskan penjelasannya. assalamu’alaikum, sekedar menanggapi tulisan anda di atas. bagaimana seandainya seseorang ladang mencari nafkahnya justru sebagai pemusik atau penyanyi? apakah seseorang itu harus pindah jalur ke yang lain, sementara hal yang ia kuasai justru tentang musik? lantas untuk apa ia dikaruniai bakat peka terhadap nada? mohon dijelaskan alasannya, karena dari sekian banyak tanggapan belum ada yang memuaskan penjelasannya.

]]>
By: andi http://muslimah.or.id/hadits/surga-diliputi-perkara-yang-dibenci-jiwa-neraka-diliputi-perkara-yang-disukai-nafsu.html/comment-page-1#comment-18477 andi Sat, 24 Mar 2012 00:25:25 +0000 http://muslimah.or.id/?p=888#comment-18477 Rabbanagdirlii waliwawlidayya walil mu'minina yauma yaqumul hisaab, ijin copas ukh.. Rabbanagdirlii waliwawlidayya walil mu’minina yauma yaqumul hisaab,
ijin copas ukh..

]]>
By: santi warsodoedi http://muslimah.or.id/hadits/surga-diliputi-perkara-yang-dibenci-jiwa-neraka-diliputi-perkara-yang-disukai-nafsu.html/comment-page-1#comment-12895 santi warsodoedi Wed, 16 Mar 2011 17:06:58 +0000 http://muslimah.or.id/?p=888#comment-12895 ijin copas ukh... syukron ijin copas ukh…
syukron

]]>
By: ummu yasmin subrata http://muslimah.or.id/hadits/surga-diliputi-perkara-yang-dibenci-jiwa-neraka-diliputi-perkara-yang-disukai-nafsu.html/comment-page-1#comment-9346 ummu yasmin subrata Thu, 15 Jul 2010 17:58:36 +0000 http://muslimah.or.id/?p=888#comment-9346 assalamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuh... alhamdulillaah...jazakallohu khoyron. blog ini merupakan salah satu sumber ilmu yang dapat ana akses dimana saja dan kapan saja. ana begitu terbantu dengan adanya blog ini. ana ingin menambahkan pendapat, 1. tentang judul, ana rasa tidak ada masalah dan judulnya cukup menarik. namun dengan adanya masukan dari pembaca, alangkah bijaksananya jika akhi dan ukhti admin blog muslimah.or.id ini mempertimbangkannya lagi, karena pembaca merupakan sasaran dari artikel ini bukan? selain itu judul juga merupakan salah satu media "penarik minat" pembaca, sehingga memang harus dibuat menarik. namun tentu saja dengan judul yang sesuai dengan isinya. misalnya dapat ditambahkan "mengkaji hadits tentang surga diliputi oleh perkara-perkara yang dibenci jiwa...dst" 2. tentang kemudahan pendapat ana, Islam memang agama yang mudah, karena begitu banyak perkara-perkara yang dimudahkan oleh Allah untuk hamba-hambaNya. misalnya : Allah memaafkan dosa-dosa seorang hamba yang dilakukannya karena ketidaktahuan, Allah memperbolehkan orang yang sedang safar untuk menjama' dan atau meng-qoshor sholatnya, Allah membolehkan wanita hamil, orang sakit, musafir, untuk membatalkan puasanya karena khawatir memberatkannya, dan masih banyak lagi kemudahan-kemudahan lain yang Allah berikan untuk kita. bahkan Rasululloh shollallahu 'alaihi wasallam pun memberi beberapa kemudahan bagi kita, misalnya dalam hal bersiwak dan shalat Isya. namun ketahuilah saudaraku, tidak semua orang dapat merasakan kemudahan itu, benarlah apa yang dikatakan oleh ummu fatimah (semmoga Allah merahmatinya) bahwa orang yang gemar bermudah-mudahan tidak akan bisa merasakan kemudahan-kemudahan tersebut, karena memang mereka selalu menuntut agar segala sesuatu menjadi lebih mudah, lebih simpel, bahkan tanpa ragu2 mereka membuat syariat sendiri. subhaanalloh... ingatlah firman Allah subhaanahu wa ta'ala dalam surah al-Baqarah ayat 45 "Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk," kita tahu bahwa jumlah bilangan raka'at sholat juga merupakan salah satu kemudahan yang Allah berikan kepada Rasululloh dan seluruh umat Islam. Imam Al-Bukhari meriwayatkan, pada saat peristiwa Mi’raj, Nabi Muhammad SAW berada di Baitul Ma’mur, Allah SWT mewajibkannya beserta umat Islam yang dipimpinnya untuk mengerjakan shalat limapuluh kali sehari-semalam. Nabi Muhammad menerima begitu saja dan langsung bergegas. Namun Nabi Musa AS memperingatkan, umat Muhammad tidak akan kuat dengan limapuluh waktu itu. ”Aku telah belajar dari pengalaman umat manusia sebelum kamu. Aku pernah mengurusi Bani Israil yang sangat rumit. Kembalilah kepada Tuhanmu dan mitalah keringanan untuk umatmu.” Nabi Muhammad kembali menghadap Sang Rabb, meminta keringanan dan ternyata dikabulkan. Tidak lagi lipapuluh waktu, tapi sepuluh waktu saja. Nabi Muhammad pun bergegas. Namun Nabi Musa tetap tidak yakin umat Muhammad mampu melakukan shalat sepuluh waktu itu. ”Mintalah lagi keringanan.” Nabi kembali dan akhirnya memeroleh keringanan, menjadi hanya lima waktu saja. Sebenarnya Nabi Musa masih berkeberatan dengan lima waktu itu dan menyuruh Nabi Muhammad untuk kembali meminta keringanan. Namun Nabi Muhammad tidak berani. “Aku sudah meminta keringanan kepada Tuhanku, sampai aku malu. Kini aku sudah ridha dan pasrah.” Nabi Muhammad memang mengakui bahwa pendapat Nabi Musa AS itu benar adanya. Lima kali shalat sehari semalam itu masih memberatkan. Namun lima waktu itu bukankah sudah merupakan bentuk keringanan?! lihatlah, untuk perkara yang telah dimudahkan-NYA saja Allah azza wa jalla mengatakan hal itu berat (kecuali bagi orang-orang yang khusyuk), apalagi perkara-perkara yang lain yang tidak diberi kemudahan, tentu akan lebih berat, terlebih lain manusia diciptakan cenderung kepada kejelekan, jelas sudah bahwa "kemudahan dalam Islam (yang memang merupakan agama yang memiliki syariat-syariat yang mudah jika dijalani dengan ikhlas)" di sini hanya akan dirasakan oleh orang-orang yang khusyuk saja. sementara orang-orang yang gemar bermudah-mudahan akan mengatakan Islam itu sulit atau ribet. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Apa yang dikatakan Rasul kepadamu maka terimalah dia dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (QS. Al-Hasyr : 7) maka sudah sewajibnyalah kita menerima dan mengimani hadits di atas, karena sudah jelas keshohihannya. kepada penulis, ana ucapkan jazakillahu khoyron. semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang khusyuk dan ikhlas dalam menjalankan syariat Islam yang mulia ini sehingga kelak dapat memasuki surga bersama orang-orang yang kita cintai, amiin yaa robbal 'aalamiin. assalamu’alaykum warohmatullohi wabarokatuh…

alhamdulillaah…jazakallohu khoyron. blog ini merupakan salah satu sumber ilmu yang dapat ana akses dimana saja dan kapan saja. ana begitu terbantu dengan adanya blog ini.

ana ingin menambahkan pendapat,
1. tentang judul,
ana rasa tidak ada masalah dan judulnya cukup menarik. namun dengan adanya masukan dari pembaca, alangkah bijaksananya jika akhi dan ukhti admin blog muslimah.or.id ini mempertimbangkannya lagi, karena pembaca merupakan sasaran dari artikel ini bukan?

selain itu judul juga merupakan salah satu media “penarik minat” pembaca, sehingga memang harus dibuat menarik. namun tentu saja dengan judul yang sesuai dengan isinya.

misalnya dapat ditambahkan “mengkaji hadits tentang surga diliputi oleh perkara-perkara yang dibenci jiwa…dst”

2. tentang kemudahan
pendapat ana, Islam memang agama yang mudah, karena begitu banyak perkara-perkara yang dimudahkan oleh Allah untuk hamba-hambaNya.
misalnya : Allah memaafkan dosa-dosa seorang hamba yang dilakukannya karena ketidaktahuan, Allah memperbolehkan orang yang sedang safar untuk menjama’ dan atau meng-qoshor sholatnya, Allah membolehkan wanita hamil, orang sakit, musafir, untuk membatalkan puasanya karena khawatir memberatkannya, dan masih banyak lagi kemudahan-kemudahan lain yang Allah berikan untuk kita.
bahkan Rasululloh shollallahu ‘alaihi wasallam pun memberi beberapa kemudahan bagi kita, misalnya dalam hal bersiwak dan shalat Isya.

namun ketahuilah saudaraku, tidak semua orang dapat merasakan kemudahan itu, benarlah apa yang dikatakan oleh ummu fatimah (semmoga Allah merahmatinya) bahwa orang yang gemar bermudah-mudahan tidak akan bisa merasakan kemudahan-kemudahan tersebut, karena memang mereka selalu menuntut agar segala sesuatu menjadi lebih mudah, lebih simpel, bahkan tanpa ragu2 mereka membuat syariat sendiri. subhaanalloh…

ingatlah firman Allah subhaanahu wa ta’ala dalam surah al-Baqarah ayat 45 “Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,”

kita tahu bahwa jumlah bilangan raka’at sholat juga merupakan salah satu kemudahan yang Allah berikan kepada Rasululloh dan seluruh umat Islam. Imam Al-Bukhari meriwayatkan, pada saat peristiwa Mi’raj, Nabi Muhammad SAW berada di Baitul Ma’mur, Allah SWT mewajibkannya beserta umat Islam yang dipimpinnya untuk mengerjakan shalat limapuluh kali sehari-semalam. Nabi Muhammad menerima begitu saja dan langsung bergegas.

Namun Nabi Musa AS memperingatkan, umat Muhammad tidak akan kuat dengan limapuluh waktu itu. ”Aku telah belajar dari pengalaman umat manusia sebelum kamu. Aku pernah mengurusi Bani Israil yang sangat rumit. Kembalilah kepada Tuhanmu dan mitalah keringanan untuk umatmu.”

Nabi Muhammad kembali menghadap Sang Rabb, meminta keringanan dan ternyata dikabulkan. Tidak lagi lipapuluh waktu, tapi sepuluh waktu saja. Nabi Muhammad pun bergegas. Namun Nabi Musa tetap tidak yakin umat Muhammad mampu melakukan shalat sepuluh waktu itu. ”Mintalah lagi keringanan.” Nabi kembali dan akhirnya memeroleh keringanan, menjadi hanya lima waktu saja.

Sebenarnya Nabi Musa masih berkeberatan dengan lima waktu itu dan menyuruh Nabi Muhammad untuk kembali meminta keringanan. Namun Nabi Muhammad tidak berani. “Aku sudah meminta keringanan kepada Tuhanku, sampai aku malu. Kini aku sudah ridha dan pasrah.”

Nabi Muhammad memang mengakui bahwa pendapat Nabi Musa AS itu benar adanya. Lima kali shalat sehari semalam itu masih memberatkan. Namun lima waktu itu bukankah sudah merupakan bentuk keringanan?!

lihatlah, untuk perkara yang telah dimudahkan-NYA saja Allah azza wa jalla mengatakan hal itu berat (kecuali bagi orang-orang yang khusyuk), apalagi perkara-perkara yang lain yang tidak diberi kemudahan, tentu akan lebih berat, terlebih lain manusia diciptakan cenderung kepada kejelekan, jelas sudah bahwa “kemudahan dalam Islam (yang memang merupakan agama yang memiliki syariat-syariat yang mudah jika dijalani dengan ikhlas)” di sini hanya akan dirasakan oleh orang-orang yang khusyuk saja.

sementara orang-orang yang gemar bermudah-mudahan akan mengatakan Islam itu sulit atau ribet.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“Apa yang dikatakan Rasul kepadamu maka terimalah dia dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (QS. Al-Hasyr : 7)
maka sudah sewajibnyalah kita menerima dan mengimani hadits di atas, karena sudah jelas keshohihannya.

kepada penulis, ana ucapkan jazakillahu khoyron. semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang khusyuk dan ikhlas dalam menjalankan syariat Islam yang mulia ini sehingga kelak dapat memasuki surga bersama orang-orang yang kita cintai, amiin yaa robbal ‘aalamiin.

]]>
By: acr http://muslimah.or.id/hadits/surga-diliputi-perkara-yang-dibenci-jiwa-neraka-diliputi-perkara-yang-disukai-nafsu.html/comment-page-1#comment-9325 acr Wed, 14 Jul 2010 16:26:23 +0000 http://muslimah.or.id/?p=888#comment-9325 Alhamdulillah. sungguh artikel yg sangat bermanfaat ,terus posting artikel tntang Islam,krna bnyk manfaatnya. Alhamdulillah.

sungguh artikel yg sangat bermanfaat ,terus posting artikel tntang Islam,krna bnyk manfaatnya.

]]>