Diringkas dari majalah As Sunah Edisi 04/Th.IV/1420-2000, oleh Ummu ‘Athiyah
Muroja’ah: Ustadz Aris Munandar
Haid adalah salah satu najis yang menghalangi wanita untuk melaksanakan ibadah sholat dan puasa (pembahasan mengenai hukum-hukum seputar haidh telah disebutkan dalam beberapa edisi yang lalu), maka setelah selesai haidh kita harus bersuci dengan cara yang lebih dikenal dengan sebutan mandi haid.
Agar ibadah kita diterima Allah maka dalam melaksanakan salah satu ajaran islam ini, kita harus melaksanakannya sesuai tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan Rasulullah telah menyebutkan tata cara mandi haid dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha bahwa Asma’ binti Syakal Radhiyallahu ‘Anha bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang mandi haidh, maka beliau bersabda:
تَأْخُذُإِحْدَا كُنَّ مَائَهَا وَسِدْرَهَا فَتََطَهَّرُ فَتُحْسِنُ الطُّهُورَ أوْ تَبْلِغُ فِي الطُّهُورِ ثُمَّ تَصُبُّ عَلَى رَأْسِهَا فَتَدْلُكُُهُ دَلْكًا شَدِ يْدًا حَتََّى تَبْلِغَ شُؤُونَ رَأْسِهَا ثُمَّ تَصُبُّ عَلَيْهَا المَاءَ ثُمَّ تَأْخُذُ فِرْصَةً مُمَسَّكَةً فَتَطْهُرُ بِهَا قَالَتْ أسْمَاءُ كَيْفَ أتََطَهَّرُبِهَا قَالَ سُبْحَانَ الله ِتَطَهُّرِي بِهَا قَالَتْْ عَائِشَةُ كَأنَّهَا تُخْفِي ذَلِكَ تَتَبَّعِي بِهَا أثَرَالدَّمِ
“Salah seorang di antara kalian (wanita) mengambil air dan sidrahnya (daun pohon bidara, atau boleh juga digunakan pengganti sidr seperti: sabun dan semacamnya-pent) kemudian dia bersuci dan membaguskan bersucinya, kemudian dia menuangkan air di atas kepalanya lalu menggosok-gosokkannya dengan kuat sehingga air sampai pada kulit kepalanya, kemudian dia menyiramkan air ke seluruh badannya, lalu mengambil sepotong kain atau kapas yang diberi minyak wangi kasturi, kemudian dia bersuci dengannya. Maka Asma’ berkata: “Bagaimana aku bersuci dengannya?” Beliau bersabda: “Maha Suci Allah” maka ‘Aisyah berkata kepada Asma’: “Engkau mengikuti (mengusap) bekas darah (dengan kain/kapas itu).”
Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha bahwa seorang wanita bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tentang mandi dari haid. Maka beliau memerintahkannya tata cara bersuci, beliau bersabda:
تَأْخُذُ فِرْصَةً مِنْ مِسْكٍ فَتَطَهُّرُ بِهَا قَالَتْ كَيْفَ أَتَطَهُّرُ بِهَاقَالَ تَطَهَّرِي بِهَاسُبْحَانَ اللهِ.قَالَتْ عَائِشَةُ وَاجْتَذَبْتُهَا إِلَيَّ فَقُلْتُ تَتَبْعِي بِهَاأَثَرَا لدَّمِ
“Hendaklah dia mengambil sepotong kapas atau kain yang diberi minyak wangi kemudian bersucilah dengannya. Wanita itu berkata: “Bagaimana caranya aku bersuci dengannya?” Beliau bersabda: “Maha Suci Allah bersucilah!” Maka ‘Aisyah menarik wanita itu kemudian berkata: “Ikutilah (usaplah) olehmu bekas darah itu dengannya(potongan kain/kapas).” (HR. Muslim: 332)
An-Nawawi rahimahullah berkata (1/628): “Jumhur ulama berkata (bekas darah) adalah farji (kemaluan).” Beliau berkata (1/627): “Diantara sunah bagi wanita yang mandi dari haid adalah mengambil minyak wangi kemudian menuangkan pada kapas, kain atau semacamnya, lalu memasukkannya ke dalam farjinya setelah selesai mandi, hal ini disukai juga bagi wanita-wanita yang nifas karena nifas adalah haid.” (Dinukil dari Jami’ Ahkaam an-Nisaa’: 117 juz: 1).
Syaikh Mushthafa Al-’Adawy berkata: “Wajib bagi wanita untuk memastikan sampainya air ke pangkal rambutnya pada waktu mandinya dari haidh baik dengan menguraikan jalinan rambut atau tidak.Apabila air tidak dapat sampai pada pangkal rambut kecuali dengan menguraikan jalinan rambut maka dia (wanita tersebut) menguraikannya-bukan karena menguraikan jalinan rambut adalah wajib-tetapi agar air dapat sampai ke pangkal rambutnya, Wallahu A’lam.” (Dinukil dari Jami’ Ahkaam An-Nisaa’ hal: 121-122 juz: 1 cet: Daar As-Sunah).
Maka wajib bagi wanita apabila telah bersih dari haidh untuk mandi dengan membersihkan seluruh anggota badan; minimal dengan menyiramkan air ke seluruh badannya sampai ke pangkal rambutnya; dan yang lebih utama adalah dengan tata cara mandi yang terdapat dalam hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ringkasnya sebagai berikut:
TATA CARA MANDI JUNUB BAGI WANITA
Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, beliau berkata:
كُنَّاإِذَأَصَابَتْ إِحْدَانَاجَنَابَةٌأَخَذَتْ بِيَدَيْهَاثَلَاثًافَوْقَ رَأْسَهَا ثُمَََّ تَأْخُذُ بِيَدِهَا عَلَى شِقِّهَاالْأيَْمَنِ وَبِيَدِهَااْلأُخْرَى عََََلَى شِقِّهَااْلأ يْسَرِ
“Kami ( istri-istri Nabi) apabila salah seorang diantara kami junub, maka dia mengambil (air) dengan kedua telapak tangannya tiga kali lalu menyiramkannya di atas kepalanya, kemudian dia mengambil air dengan satu tangannya lalu menyiramkannya ke bagian tubuh kanan dan dengan tangannya yang lain ke bagian tubuh yang kiri.” (Hadits Shahih riwayat Bukhari: 277 dan Abu Dawud: 253)
Seorang wanita tidak wajib menguraikan (melepaskan) jalinan rambutnya ketika mandi karena junub, berdasarkan hadits berikut:
Dari Ummu Salamah Radhiyallahu ‘Anha berkata:
قُاْتُ ياَرَسُولَ اللهِ إِنِّي امْرَأَةٌ أَشُدُّ ضَفْرَرَأْسِي أَفَأَنْقُضُهُ لِغُسْلِ الْجَنَابَةِ؟ قَالَ:لاَإِنَّمَايَكْفِيْكِ أَنْ تَحْثِيْنَ عَلَى رَأْسِكِ ثَلاَثَ حَثَيَاتٍ مِنْ مَاءٍثُمََّ تُفِيْضِيْنَ عَلَى سَائِرِ جَسَادِكِ الماَءَ فَتَطْهُرِيْن
Aku (Ummu Salamah) berkata: “Wahai Rasulullah, aku adalah seorang wanita, aku menguatkan jalinan rambutku, maka apakah aku harus menguraikannya untuk mandi karena junub?” Beliau bersabda: “Tidak, cukup bagimu menuangkan air ke atas kepalamu tiga kali kemudian engkau mengguyurkan air ke badanmu, kemudian engkau bersuci.” (Hadits Shahih riwayat Muslim, Abu Dawud: 251, an-Nasaai: 1/131, Tirmidzi:1/176, hadits: 105 dan dia berkata: “Hadits Hasan shahih,” Ibnu Majah: 603)
Ringkasan tentang mandi junub bagi wanita adalah:
Tata cara mandi yang disebutkan itu tidaklah wajib, akan tetapi disukai karena diambil dari sejumlah hadits-hadits Rasululllah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Apabila dia mengurangi tata cara mandi sebagaimana yang disebutkan, dengan syarat air mengenai (menyirami) seluruh badannya, maka hal itu telah mencukupinya. Wallahu A’lam bish-shawab.
***
Artikel www.muslimah.or.id
Artikel Terkait:
© 2006 - 2011 muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah
#ukhti umy
Wa’alaikumussalam warahmatullah
1. Perlu ukhti ketahui, cairan yang keluar dari farj(alat kelamin) itu bermacam2 diantaranya:
-Mani: cairan putih,kental yang keluar ketika bersetubuh,diikuti rasa lemas. Jika cairan ini keluar maka wajib mandi, meski mani adalah cairan suci BUKAN NAJIS menurut pendapat yang paling kuat.
-Madzi: cairan encer, lengket yang keluar ketika ada syahwat seperti saat mula’abah (foreplay),atau saat ada keinginan untuk jima’,terkadang tidak terasa keluarnya. Cairan ini membatalkan wudhu dan TIDAK wajib mandi, namun wajib membersihkan kemaluan karena cairan ini najis.
-Wadi : cairan yang lebih putih,keluar setelah kencing. Cairan ini najis shg wajib dibersihkan, membatalkan wudhu dan TIDAK wajib mandi
-Keputihan atau cairan lain yang sering keluar krn kecapekan, atau yg keluar ditengah2 kehamilan, atau habis jalan jarak jauh maka hukum asalnya suci karena tidak ada dalil yang menajiskannya shg tdk membatalkan wudhu.
2. Sepengetahuan kami, menyentuh farj tidak membatalkan mandi wajib. Namun yang sering menjadi pertanyaan adalah apakah menyentuh farj membatalkan wudhu?
Dalam hal ini ulama berbeda-beda pendapat. Namun pendapat yang dikuatkan oleh penulis Shahih Fiqh Sunnah, Abu Malik Kamal, bahwa menyentuh farj termasuk membatalkan wudhu baik dengan syahwat maupun tanpa syahwat. Silakan merujuk pada kitab tersebut,jika ingin mengetahui dalil2 yang membatalkan maupun yang tidak membatalkan berikut bantahan2nya.
Semoga bermanfaat ukhti..
AllahuTa’ala A’lam
saya nak tahu cara mandi wajib dari sampai z..berserta niat…dalam bahasa rumi dan jawi..tq
Ass….
aduuuh!!!!
aku dah buka 6 web tata cara mandi wajipp 6-6 nya beda
KIRA-KIRA yang mana yaa yang bener???
tak yakin diriku……
puciiiiiiinggggg!!!
itu niat dbacanya brapa kali n dbagian mana sadjah??
Mengapa pula beda-beda nui tata cara…
Alalalala…puyeng tralalala
sukron bwt tulisannYa.,…
wss.,..
@ Akhowati Fillah..
Mba Nurul R, Mba Amel, Mba Jijie..
Semoga Allah Ta,ala senantiasa memberi taufik untuk memahami islam dengan benar..
Saya sarankan kepada Mba-mba semua untuk membaca ulang artikel diatas dengan kepala dingin, jangan pusing duluan, insyaallah jika kita membaca suatu tulisan dengan pelan dan berusaha memahami apa yang disampaikan insyaallah kita akan mengerti. Wafaqakunnallah lima yuhibbu wa yardho.
=>Masalah niat mandi junub sudah dijawab di komentar2 sebelumnya, silahkan baca komentar dari awal sampai akhir ya Mba.
=>Masalah tata cara mandi junub telah diuraikan dengan jelas dalam artikel diatas. Tahapan mandi yang disampaikan dlm artikel diatas bersifat anjuran, bukan wajib. Cukuplah dikatakan seseorang telah mandi junub jika ia telah mengguyurkan air keseluruh badannya dari ujung rambut sampai kaki. Namun jika ingin mendaptkan pahala lebih, ikuti tahapan mandi junub yang ada diartikel. Jadi ga ada yang dipusingkan kan? Insyaallah cukup mudah Mba..tinggal guyur yurr..
barakallahu fikunn..
Apa saja yang mengharuskan laki2 itu mandi wajib,lalu bagaimana tata cara mandi wajib bagi laki2 tersebut?
apakah yadak berbahaya bila minyak wangi itu di usapkan ke daerah kemaluan?
@ Okki na
Diantara hal yan menyebabkan seseorang berkewajiban mandi
*Keluarnya mani ketika sadar ataupun saat mimpi
*Bertemunya dua khitan (jima’)
*Keluarnya darah haid ataupun nifas, khusus perempuan
*Masuk islamnya seorang kafir
*Ketika hendak sholat jumat, khusus laki-laki
*Ketika kematian menjemput, yaitu memandikan si mayit. Allahu A’lam
@Aty
Insyaallah tidak berbahaya Mba, asal tidak berlebihan. Allahu A’lam
Asslm…
Jika slm ini kita tdk mengambil secarik kain atau kapas(atau semisalnya) lalu diberi minyak wangi kasturi atau semisalnya kemudian mengusap bekas darah (farji) dengannya, apakah mandi tsb sah atau tdk ya….???
tq utk infonya…
@ Mba Ria dan penanya lainnya
السلام عليكم ورحمة اللة وبركاته
Sekali lagi saya sampaikan bahwa tata cara mandi yang disebutkan di artikel adalah tatacara mandi yang sempurna, hukumnya sunnah. Sehingga jika seseorang mandi hanya dengan mengguyurkan air keseluruh badannya maka mandinya sudah sah.
Sebagaimana ibadah lainnya, mandi wajib memiliki syarat sah, rukun mandi dan sunnah-sunnah mandi.
Syarat sah mandi: syarat yang harus dipenuhi sebelum mandi dalam hal ini cuma ada satu syarat yaitu adanya niat. Niat bararti keinginan hati untuk mandi atau menyengaja untuk mandi. Tidak ada lafadz khusus untuk niat mandi, jadi barangsiapa yang mengkhususkan lafadz tertentu untuk niat mandi maka wajib baginya mendatangkan dalil.
Rukun Mandi: Bila tidak dipenuhi maka TIDAK SAH mandinya. Rukun mandi ada satu yaitu mengguyurkan air keseluruh badan. Untuk mandi karena haid, wajib menyela-nyelai rambut dengan jari hingga air masuk keakar-akar rambut, sedangkan untuk mandi junub (mandi karena hubungan badan) maka tidak wajib menyela-nyelainya alias boleh tetap dikepang atau tidak diurai.
Sunnah-sunnah mandi: bila dikerjakan mendapat pahala bila tidak maka tidak ada dosa.
- Mencuci tangan tiga kali sebelum memulai mandi
- Membersihkan kemaluan dengan tangan kiri
- Mencuci tangan setelah membersihkan kemaluan, bisa dengan sabun atau yang lainnya
- Berwudhu sebagaimana wudhu untuk sholat
- Mandi dengan sabun atau pembersih badan lainnya
- Khusus untuk mandi haid disunnahkan setelah mandi mengambil kapas yang diolesi minyak wangi kemudian diletakkan di kemaluan, gunanya membuat wangi jalan keluar darah.
Allahu a’alam bishshowab.
Ass
Tolong dong yang mana tata cara mandi wajib yang benar..
sekalian bacaan nya..
trims
as”kum…saya nk tnya ckit boleh??
boleh terang kan cara2 mandi junub dengan detail
Assalamualaikum,
Saya masih kurang arif dengan tata cara mandi junub yang diterangkan di atas, adakah tidak perlu membasuh seluruh rambut dan memadai dengan menyusup air tiga kali di kepala yang saya faham dengan ayat tersebut. Bolehkah saudara menerangkan dengan terang lagi. Terima kasih.
saya nak tahu cara mandi wajib serta dgn doa dalam bahasa jawi….
saya tak pernah mandi wajib tapi banyak kali keluar air mani
ku menyukai,,,,,
lebih ditingkatkan lagi ea………….
agar islam lebih berkembang lagi………
chayo……….
doa mandi haid gimana?buat istri sayah.dia tidak tau bacannya,begitu pula saya.tolong di kasih tau..apa doa nya?
@ Dino dan penanya lainnya,
tidak ada lafadz niat doa untuk mandi wajib, semoga Allah Ta’ala memberi kepamahan bagi kita. amin
assalamu’alaikum
ana pengen tau kapan waktu yang baik hubungan suami istri dilakukan ?
berapa kali idealnya dalam melakukan hubungan suami istri?
apakah kalau hubungan pertama kali harus selalu keluar darah?
syukron
seni
Insya Allah kalau kita mengikuti sunah2 rasul akan menjadi manusia yang disayangi dan dicintai oleh Allah SWT.
ASS. Sy mw nx “APAKAH MANDI SUCI KTK MIMPI SM KLW BERSETUBUH? Mhn d’ jwb!
Asalamualaikum. Setahu saya , sebelum kita niat mandi wajib ,haid dan lain-lain, mestilah terlebih dahulu menyucikan dulu segala kekotoran yang ada disegenap penjuru badan kita.Kemudian baru kita niat mandi wajib.
ataupun kita niat mandi wajib , baru kita menyucikan kekotoran dan bilas. Saya harap cara saya ini betul , kalau tidak sia-sialah selama ini saya mandi wajib.
Saya rasa perlu diterangkan satu persatu.mohon penjelasan .tk
@ Ukhti KImi,
semoga Allah merahmatumu,
tidak ada ketentuan khusus tentang hal ini, apakah niat terlebih dahulu ataukah mencuci kotoran darah(di kemaluan)yang didahulukan. jadi intinya terserah mau duluan yang mana.
jika sekiranya ketika memebrsihkan kemaluan dan kita dapati tanda suci baru kemudian kita niat mau mandi wajib maka insyaallah hal ini tidak mengapa. atau pun sebaliknya niat mandi baru membersihkan kotoran haid.
yang jelas, walhamdulilah, bahwa seseorang itu telah dianggap berniat dan niatnya itu sah jika dia menyengaja untuk mendi wajib. dan cukuplah seseorang melangkahkan kakinya ke kamar mandi untuk mandi wajib itu dnilai sebagai niat.
saya mahu bertanya,sampai kapan harus saya menunggu untuk mandi wajib bagi hadas haid.terkadang saya was2.. waktu asar dan sampai malam saya xada haid.tp esoknya ada lagi… adakah perlu saya mandi wajib pd mlm hari
Assalamu’alaikum warahmatullahi…
mohon dijelaskan, dimana saat ini kaki saya baru saja mengalami operasi pada bagian telapak kaki. yangmana dlm waktu 2 mingguan kedepan, kaki saya ini belum boleh terkena air. yang jadi permasalahan, besok atau lusa saya harus mandi wajib (stl haid). mandi wajib spt apa yg harus saya lakukan, mengingat bagian kaki saya tidak boleh terkena air? saya tunggu sekali jawabannya.
terimaksih sebelumnya.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi..
ass.wr.wb.tolong dijelaskan apa saja yang membuat muslim hrs mandi junub.kalau jari-jari dimasukkan ke vagina apakah hrs mandi junub?
betapa islam sangat mengharagai kesucian …..
kesucian dalam segala hal..terutama bgi wanita muslim….mari kita jaga kesucian kita..amin^_^
saya ingin tahu niat mandi wajib selepas haid & selepas bersetubuh adakah cara & niat yang sama?…
Saya mahukan kepastian kerana takut selama ini yg saya lakukan di anggap tidak sah..
tolong la saya…
tima kasih….
saya minta doa mandi hadas junub
ass.mohon maaf , saya ingin menanyakan apa niat mandi wajib? terima kasih . ASS.
assalamu’alaikum wr. wb.
saya mau tanya, jika kita dlm keadaan haid, apakah dperbolehkan memotong kuku atau rambut.
karna, sepengetahuan saya (setelah bertanya pada guru agama dsekolah) ada hadist yg memperbolehkan dan ada yg tidak.
mohon untuk dijelaskan lagi.
Trima kasih sebelumnya. :)
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Ummi aku mau tanya apakah boleh suntik kb sebelum mandi besar ataukah harus mandi besar dulu baru melakukan suntik kb.Terima kasih atas jawaban ummi
trma kasih info nya, saya kira tdk ada tata cara nya yg penting niat nya. artikel ini sangat bermanfaat trma ksh
Assalamu’alaikum..ana izin share.jazaakumulloh khoiron
assalamu’alaikum warahmatullah ukh, mau nanya saya baca dr ats bhwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tdk mengajarkan membaca niat pd mandi, trs bgaimana dgn niat pd shalat n wudhu??
mhon jawabannya, jazakillaahu khairan katsiyran..
assalamualaikum
Madzi: cairan encer, lengket yang keluar ketika ada syahwat seperti saat mula’abah (foreplay),atau saat ada keinginan untuk jima’,terkadang tidak terasa keluarnya. Cairan ini membatalkan wudhu dan TIDAK wajib mandi, namun wajib membersihkan kemaluan karena cairan ini najis.
dari keterangan diatas yang sudah dijelaskan sebelumnya, yang ingin saya tanyakan adalah
1. dari keterangan diatas itu ditujukan untuk laki-laki saja atau untuk perempuan juga?khan perempuan g ada air mani
2. saat bercumbu dengan pacar atau menonton adegan panas terkadang keluar cairan putih (seperti dijelaskan di atas)apakah tidak wajib mandi besar?karna kadang menurut saya yang dilakukan itu sama dengan foreplay
apakah berarti foreplay tidak apa dilakukan selama tidak ada pentrasi?
terimaksih atas jawabannya
karna saya masi suka ragu apakah saya harus mandi besar atau tidak
selama ini saya kadang mandi besar kadang tidak
assalamu’alaykum, mau tanya apakah mandi junub atau haid sama tata caranya memandikan jenazah? karena bila dilihat tata cara nya sama.dan apakah boleh bila kita mengganti dgn sabun membersihkan tempat bekas haid? karena tidak ada minyak kesturi?mhn jawabannya. syukron wa jazaa kumulloh khoyr
waduuuuhh……
jd mumetz neh kpala…
banyak banget versi nYa,,,
bgai,mn klo kta haid tp tdk sepenuhnx bersih trs kta mndi wajib dan melakukan hubungan suami istri ap hukumnx..
@ Ukhti EL
Niat itu tempatnya dihati dan bukan di lisan Ukhti…
@ Ukhti Lani
1.Wanita juga punya mani loh..
2.Foreplay yang kami maksudkan disini adalah foreplay yang halal Ukhti…yaitu foreplay suami istri. Adapun foreplay-foreplay yang lain maka hukumnya haram, bahkan haramnya melebihi jabat tangan antara lawan jenis yang bukan mahram. Coba Ukhti baca artikel yang ini, semoga Allah member taufiq kepadamu..
http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=585
@ Ukhti Ummu Ilham
Sebatas yang kami tahu, diperbolehkan menggunakan sabun sebagai ganti dari minyak kasturi, karena pada intinya keduanya sama fungsinya yaitu sebagai pewangi.
Wajazakumullahu khaira..
@ Nazar
Hukumnya haram dan wajib bertaubat kepada Allah. Mandi wajib itu dilakukan jika sudah suci dari haid.
bagus sekali tulisannya,mohon ijin ya untuk disampaikan ke muslimah yang lain,semoga Allah SWT menjadikan amal jariah
Assalamu’alaikum warahmatullah..
Anak adalah buah hati setiap orang tua, dambaan disetiap keinginan orang tua serta penyejuk hati bagi keletihan jiwa orang tua. Anak tidak lahir begitu saja, anak terlahir dari buah cinta sepasang hamba Allah subhanahu wa ta’ala yang merupakan amanat wajib untuk dijaga, diasuh dan dirawat dengan baik oleh orangtua.
Mohon di jelaskan bagai mana cara mendidik anak supaya menjadi anak yang soleh, n nurut kepada orang tua?
Wa’alaikumussalam warahmatullah,
berikut ini adalah referensi yang insyaallah sangat bagus disimak:
* http://konsultasisyariah.com/fikih/pernikahan/rumah-tangga/mendidik-anak-dengan-sunnah.html
* http://jilbab.or.id/archives/539-pengaruh-kebaikan-dan-amal-shalih-orang-tua-terhadap-pendidikan-anak/
* http://anakmuslim.wordpress.com/2007/02/24/pendidikan-anak-dalam-islam/
* http://muslimah.or.id/pendidikan-anak/agar-buah-hati-menjadi-penyejuk-hati.html
* http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abdullah%20Shaleh%20Hadrami/Pendidikan%20Anak%20Dalam%20Islam/Part%201
salam…
saya nk tnya wjib ke kita berwuduk sebelum memulakan mandi wajid selepas datang haid..
dan yang mana satu cara-cara yang paling tepat antara bnyak2 cara yang sudah saya baca….
@ Farah Wahida
Berwudhu sebelum mandi wajib hukumnya sunnah. Barakallahufik..
a,kum saya masih ragu bagaimana hendak mandi wajib dgn btul.
Assalamualaikum wr.wb.saya mau tanya,bagaimana hukumnya bagi wanita yang selepas datang bulan melaksanakan mandi bersih tapi keesokan harinya keluar flek kecoklatan yaitu flek yang sama seperti saat awal datang bulan di setiap bulannya.apakah harus melaksanakan mandi bersih kembali?dan hal tersebut selalu terjadi setiap bulannya.terima kasih sebelumnya jika berkenan untuk bantu menjawab.wassalam.
@ Ukhti Sasha
Wa’alaikumussalam warahmatullah,
Jika memang benar Ukhti sudah suci dari haid maka cairan yang keluar setelahnya tidak dianggap sebagai haid. terkadang setelah suci keluar cairan warna kekuning-kuningan cairan ini bukan darah haid. Adapun yang jadi permaslahan adalah banyak wanita yang tidak tahu tanda suci dari haid. Belum waktunya suci tapi sudah mandi wajib. Jika demikian maka ini merupakn ketledoran, kekuranghati-hatian wanita dalam menjaga larangan dan perintah Allah Ta’ala. Insyallah akan ada artikel yang membahas maslah ini, biidznillah