Tidak mengapa mencicipi makanan jika diperlukan, yaitu dengan menempelkannya pada ujung lidah untuk mengetahui rasa manis, asin atau lainnya. Namun, tidak ditelan, melainkan diludahkan, Hal ini tidak merusak puasanya. (Fatawa Ash-Shiyam, Syaikh Ibnu Jibrin)
***
Dipublikasikan ulang oleh www.muslimah.or.id
© 2006 - 2011 muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah
mo......
24th September 2008 pada waktu 21:32
ya saya setuju……….
Yana
19th January 2009 pada waktu 10:01
Lebih baik makanan itu tidak dicicipi jika kita sedang puasa. Risiko batalnya lbh besar. Lbh baik kita ikut prinsip kehati-hatian saja dng tidak mencicipi masakan, kan bumbunya bisa dikira-kira.
melani
3rd March 2009 pada waktu 06:25
cari aman aja deh! Kan sayang, cuma karna nycipin makanan yang secuil, puasa kita jadi kebablasan… Mending minta temen atau sodara buat bantu nyicip. Ok! ^_^