Ruqyah (1): Terapi Ruqyah Syar’i

Penulis: Ummu Mu’aadz
Muroja’ah: Ustadz Aris Munandar

Saudariku yang dirahmati Allah, saat ini, sering kali kita mendengar terapi pengobatan ruqyah  namun pengertian yang terlintas dibenak kita adalah terapi untuk mengusir gangguan jin. Hal ini adalah pendapat keliru dan  salah kaprah dikalangan masyarakat saat ini. Padahal, ruqyah yang sesuai syar’i adalah sunnah Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> yang disyari’atkan untuk dilakukan bagi setiap muslim pertama kali saat dirinya merasa sakit, baik sakit fisik maupun karena gangguan jin.

Apa itu Ruqyah ?
Ruqyah (dengan huruf ra’ di dhammah) adalah yaitu bacaan untuk pengobatan syar’i (berdasarkan riwayat yang shahih atau sesuai ketentuan ketentuan yang telah disepakati oleh para ulama) untuk melindungi diri dan untuk mengobati orang sakit. Bacaan ruqyah berupa ayat ayat al-Qur’an dan doa doa yang telah diajarkan oleh Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em>.

Tidak diragukan lagi, bahwa penyembuhan dengan Al-Qur’an dan dengan apa yang diajarkan oleh Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> berupa ruqyah merupakan penyembuhan yang bermanfaat sekaligus penawar yang sempurna bagi penyakit hati dan fisik dan bagi penyakit dunia dan akhirat. Bagaimana mungkin penyakit itu mampu melawan firman-firman Rabb bumi dan langit yang jika firman-firman itu turun ke gunung makai ia akan memporakporandakan gunung gunung. Oleh karena itu tidak ada satu penyakit hati maupun penyakit fisik melainkan ada penyembuhnya.

Allah berfirman, “Katakanlah, ‘AlQur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang orang yang beriman.’” (Qs. Fushilat: 44)

Dan di surah Al Isra’ 82, “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang orang yang beriman.”

Dan di surat Yunus ayat 57, “Hai sekalian manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian pelajaran dari Rabb kalian, dan penyembuh bagi penyakit penyakit  (yang berada) didalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Qs. Yunus: 57)

Pada masa jahiliyah, telah dikenal pengobatan ruqyah. Namun ruqyah kala itu banyak mengandung kesyirikan. Misalnya menyandarkan diri kepada sesuatu selain Allah, percaya kepada jin, meyakini kesembuhan dari benda benda tertentu, dan lainnya. Setelah Islam datang, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang ruqyah kecuali yang tidak mengandung kesyirikan,

‘Auf bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata, “Dahulu kami meruqyah di masa jahiliyyah. Lalu kami bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang hal itu?’

Beliau menjawab, ‘Tunjukkan kepadaku ruqyah-ruqyah kalian. Ruqyah-ruqyah itu tidak mengapa selama tidak mengandung syirik’.” (HR. Muslim no. 2200)

Al-Qurthubi <em>rahimahullah</em>u berkata, “Hadits menunjukkan bahwa hukum asal seluruh ruqyah adalah dilarang, sebagaimana yang tampak dari ucapannya: ‘Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> melarang dari segala ruqyah.’ Larangan terhadap segala ruqyah itu berlaku secara mutlak. Karena di masa jahiliyyah mereka meruqyah dengan ruqyah-ruqyah yang syirik dan tidak bisa dipahami maknanya. Mereka meyakini bahwa ruqyah-ruqyah itu berpengaruh dengan sendirinya. Ketika mereka masuk Islam dan hilang dari diri mereka yang demikian itu, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> melarang mereka dari ruqyah secara umum agar lebih mantap larangannya dan lebih menutup jalan (menuju syirik). Selanjutnya ketika mereka bertanya dan mengabarkan kepada beliau bahwa mereka mendapat manfaat dengan ruqyah-ruqyah itu, beliau memberi keringanan sebagiannya bagi mereka. Beliau bersabda, ‘Perlihatkan kepadaku ruqyah-ruqyah kalian. Tidak mengapa menggunakan ruqyah-ruqyah selama tidak mengandung syirik’.

Mencegah Lebih Baik dari Mengobati
Saudariku, sesungguhnya syari’at Islam telah sempurna sehingga tidak ada hal melainkan sudah ada keterangannya dari Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em>. Karena itu, Allah telah mengabarkan apa apa yang baik bagi seorang hamba dan apa apa yang mesti ditinggalkan dengan segala hikmah yang kita ketahui maupun yang tidak kita ketahui.

Diantara apa yang diajarkan Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> yaitu berdzikir mengingat Allah dalam setiap keadaan, dzikir pagi dan petang hari, ketika hendak tidur,  ketika masuk dan keluar rumah, saat memakai baju, dan lainnya hingga tidur lagi. Jika kita selalu menjaga dzikir dzikir ini pada waktunya, niscaya ia akan mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat, mencegah segala keburukan, mendatangkan berbagai manfaat dan menolak datangnya bahaya.

Ibnul Qayyim <em>rahimahullah</em> berkata, “Jika Allah akan memberi kunci kepada seorang hamba, berarti Alah akan membukakan (pintu kebaikan) kepadanya dan jika seseorang disesatkan Allah, berarti ia akan tetap  berada di muka pintu tersebut.” Bila seseorang tidak dibukakan hatinya untuk berdoa dan berdzikir, maka hatinya selalu bimbang, perasaannya gundah gulana, pikiran kalut, gelisah hasrat dan keinginannya menjadi lemah. Namun bila seorang hamba selalu berdoa dan berdzikir memohon perlindungan kepada Allah dari berbagai keburukan, niscaya hatinya menjadi tenang karena ingat kepada Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (Qs. Ar Ra’d: 28)

Doa dan dzikir yang dilaksanakan seharusnya adalah doa dan dzikir yang ada tuntunannya dari Rasulullah. Imam Ibnul Qayyim <em>rahimahullah</em> berkata, “Dzikir yang paling baik dan paling bermanfaat adalah doa dan dzikir yang diyakini dengan hati, diucapkan dengan lisan, dilaksanakan dengan konsisten dari doa dan dzikir yang dicontohkan dari Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> serta orang yang melakukannya memahami makna dan maksud yang terkandung didalamnya.”

Seorang muslim seharusnya menjaga diri semaksimal mungkin dengan hal hal yang telah disyari’atkan Allah Ta’ala yaitu menjaga AllahTa’ala dengan benar benar mengikhlaskan diri dalam mentauhidkan-Nya, senantiasa bertaqwa, senantiasa berpegang teguh kepada sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, menjauhi bid’ah dan menyelisihi pada pengikut hawa nafsu.

Pada artikel selanjutnya insya Allah akan dijelaskan tentang tahap-tahap meruqyah, insya Allah.

Sumber:
Doa dan Wirid, Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawaz
Doa doa Ruqyah ,Dr.Khalid bin Abdurrahman al-Jarisi

114 Komentar untuk “Ruqyah (1): Terapi Ruqyah Syar’i”

Halaman Komentar: [6] 5 4 3 2 1 » Show All

  1. Atik
    30th April 2012 pada waktu 16:33

    Assalamu’alaikum,,
    Saya mau mnt info yg bs mrukiyah, sy prlu untk mmprbaiki rmh tangga sy yg sdh stahun lebih tdk jg mmbaik,awalny suami sy selingkuh pd saat sy hamil smp sy mlahirkn dan prgi bgitu sj mninggalkn sy,setiap sy tegor prempuanny pdhl dngn baik2 pnyampaianny sy lngsng dtalak,rencanany skrng suami mau balik tp sy mau tenang prlu rukiyah & diijab kabul ulang,mohon saran dan infony,trima ksih

  2. enggo
    4th April 2012 pada waktu 13:52

    Assalamu’alaikum

    Saya sedang sakit jasmani..dan saya tidak memeriksakannya ke dokter, karena takut.Sakit tersebut sudah 3 bulan lebih.Setelah browsing di internet saya menemukan solusi dengan Rukyah.
    Adapun Rukyah tersebut saya lakukan sendiri antara lain : Zikir,Doa Shifa,Shalat Tahajud dan Menghatamkankan Alquran.Apakah cara saya itu sudah benar ?
    Terimakasih

  3. eka
    6th March 2012 pada waktu 15:24

    mau tanya saya punya adik dia sering keluar masuk rumah dan selau marah juga sembayang tanpa henti terkadang ganti baju terlalu sering dan sering bicara sendiri katanya dia sering bicara sama anak kecil padahal gak ada tapi adik saya tau bahwasanya semua keluarga dan nama sekaligus nama aktor dan tetangga tolong beri tau solusinya trima kasih dari saya di sini.

  4. rahma
    17th February 2012 pada waktu 10:59

    Assalamu’alaikum
    Usia saya 28tahun,anak saya baru 1 saat ini berumur 3tahun, saya pendatang di salah satu desa, saya tengah mengelola usaha sjak tahun 2007, Alhamdulillah usaha saya maju pesat. Sjak tahun 2010 sd sekarang sya merasakan sakit yg aneh, awalnya kami (saya dan suami) tidak tau, sehingga kami hnya berobat medis saja, sampai habis berjuta2 dan juga melakukan general cek up yang tidak murah di laboratorium ternama, hasilnya NIHIL. Macem2 rasanya, kadang merasa tercekik, merasa jantung sperti ditusuk, perut dipukul,kelamin panaass, kaki beraaattt dan banyak terasa kedutan di seluruh badan saya, bahkan pernah suatu waktu ketika sarapan dari tenggorokan saya keluar paku keciil skali dan potongan kuku manusia, saya juga sering melihat sekelibat2 bayangan hitam, mendengar suara2 aneh. Berbagai upaya sy dan suami lalui, sampai kami lelah, sejak 2010 sudah 6 orang pintar (termasuk kyai) mendeteksi sya terkena guna2, mereka semua mngatakan “ini berat Bu”, tpi Alhamdulillah Allah masih terus melindungi saya sampai detik ini. Dalam hati saya pasrah kepada Allah SWT dan saya terus berdzikir maupun sholawat dan banyak doa lain di batin saya, saya pun berusaha menepati solat 5 waktu, solat duha, solat malam, menyantuni yatim piatu dan duafa, tapi belum hilang-hilang juga, sampai saya sdh merasa terbiasa dengan hal2 aneh yg saya rasakan, sehingga tidak terlalu heboh saya rasakan. Belum lama ini ada seorang teman main kerumah saya membawa anak perempuannya masih 10tahun, dan lugu, si kecil bercerita dg bahasa kanak2 nya menunjukkan anggota tubuh saya yg sakit mana2 saja, dan memang BENAR, padahal sya belum mngatakan samasekali. Si kecil bilang kalo makhluk yg di dalam tubuh saya itu terus mnyakiti dan menggerogoti raga saya, dan harus segera diusir. Sampai dia mnyarankan saya utk RUQYAH. Tadi malam, tepat malam Jumat saya menjalankan prosesi Ruqyah, yang hadir adalah seorang ustadz dan 4 santrinya yg masih muda2 dbawah 17 tahunan dan Sikecil dan ibunya juga dibantu Laki2 Dewasa yg dg kekuatan batinnya bersama se Kecil mengeluarkan apa yg ada pada tubuh saya, saya merasa aneh ketika pak ustdz dan santri nya membacakan ayat2 Qur’an, saya merasa seperti ada yang mau keluar dari tubuh saya, muter2 terus, sakitnya pindah-pindah, dan dan mmg saya merasakan ada hembusan angin keluar dari tubuh saya,tapi sampai dengan prosesi rukyah selesei, dalam tubuh saya sperti masih ada yang tertinggal. dan saran mereka supaya rukyah perlu dilaksanakan lagi. Mba Mas Pak Bu… tolong kasih comment ke saya, saya harus bagaimana.

  5. muslimah.or.id
    6th February 2012 pada waktu 16:37

    @ Abidin
    وعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

    Kami sarankan agar Bapak membacakan kepadanya Al Qur’an, memperbanyak doa memohon kesembuhan kepada Allah serta memperbesar tawakkal berserah diri dan ketergantungan hati kepada Nya. Smoga Allah menyembuhkan anak bpk tsb serta menjauhkannya dari gangguan setan. Aamiin.

  6. ZAINUDDIN
    2nd February 2012 pada waktu 18:32

    apa amalan untuk orang yg sering merukyah

  7. Abidin
    2nd February 2012 pada waktu 12:11

    Assalamualaikum Wr.Wb. Saya punya anak sulung laki laki sdh tahunan kena oenyakit kejiwaan, gejalanya tinggal diam dirumah tdk mau bergaul dg org lain suka termenung dan emosi dan malas beraktivitas termasuk mandi tdk mau pake baju hanya pake celana tetapi pikirannya bagus tdk seperti org gila lainnya, saya sdh pernah meruqyah dg mengundang seorang ustaz tapi menurut ustaz tsb tidak ada apa2nya lalu saya mendatangi seorang ustaz yg sering mengobati org dg air minum yg diabacakan doa dia katakan bhw ank saya kena guna2 wanita teman kuliahnya dan sdh beberapa org yang saya anggap bisa obati penyakit seperti itu saya datangi tetapi sampai saat ini belum ada yang bisa mengatasi penyakitnya. Saya mohon kpd ustaz bagaimana solusinya agar anak saya tersebut bisa disembuhkan, semoga Allah SWT memberi jalan keluarnya. Amin

  8. Ifat
    21st January 2012 pada waktu 05:30

    assalamu’alaikum, mba artikel tahap-tahap meruqyah yang dimaksud ada dimana ya? aku sudah coba cari di web ini tapi belum ketemu nih?

  9. muslimah.or.id
    15th January 2012 pada waktu 07:01

    @ Anto
    وعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

    Ruqyah dengan bacaan Al-Qur’an sangat manjur mengobati smua jenis penyakit fisik dan non fisik. Penyakit hati maupun penyakit jasmani. Bahkan bisa mendatangkan pahala dengan membacanya dan mentadabburi nya. Bahkan membaca, mendengarkan dan mentadabburi Al-qur’an termasuk amalan yang utama. Bantulah orangtau Anda membacanya, mempelajarinya smoga Allah menghilangkan gangguan setan dr daalam tubuhnya.

  10. anto
    12th January 2012 pada waktu 20:53

    assalamualaikum wr wb..bapak saya sakit struk tp dlm tubuhnya masih tertanam jimat,apakah perlu di ruqyah?krn klo diruqyah kasihan kondisi fisik yg lemah akibat struk. trimakasih

  11. siti warsiyah
    23rd December 2011 pada waktu 15:10

    saya seorang ibu rumah tangga, sudah setahun lebih saya merasakan kalo tubuh saya tak enak, kalo habis maghrib pasti takut dan kalo malem jumat ikut yasinan pasti perut mules2 dan pikiran semrawut tolong minta solusinya?

  12. Sumarno
    15th December 2011 pada waktu 12:46

    saudari sri
    smoga saudari sri selalu dalam kesabaran.sebab mungkin itulah cara Allah SWT,tuk menghapus dosa dan memberikan pahala bagi anda.selalu sabar.
    1.Ruqyah tetap dilakukan baik mandiri karena itu jauh lebih utama.sebagai catatan sebelum ruqyah hindarkan rumah dari jimat/rajah-rajah,lukisan manusia ataupun binatang.berwudhu, menutup aurat.
    2.minum madu
    3.minum habbatussaudah
    4.senantiasa berprasangka baik kepada Allah SWT dan pada manusia
    5.memaafkan orang-orang yang telah bersalah dengan kita

  13. sri
    3rd December 2011 pada waktu 14:56

    assalamu’alaikum.
    saya sakit sudah hampir 9 bulan, walaupun sering keluar masuk RUMAH sakit secara medis tidak ditemukan apa penyakit saya dan saya sudah beberapa kali di ruqyah tapi tidak ada reaksi pada saat di ruqyah. ustadz yang meruqyah juga bingung mengambil kesimpulan saya sakit apa, medis atau non medis. bagaimana supaya segera mendapat petunjuk dari Allah untuk kesembuhan saya, mohon penjelasan.
    terima ksih. wassalam

  14. Deni Surya
    30th November 2011 pada waktu 19:19

    Ass…..Wr.Wb.Saya punya tetangga anaknya kemasukan makhluk halus, entah jin atau setan saya gak faham yang jelas berhari hari, namaun ketika di bacakan ayat-ayat suci tetap aja begitu,malah terkesan dia( yang kemasukan) lebih faham ,apakah hal tsb dapat melalui rukiyah ? jazakallauhu roeron,atas pejelasannya..

Halaman Komentar: [6] 5 4 3 2 1 » Show All

Berikan komentar

donasi muslimah
Toko Muslim Islam Download Your Ads Radio Muslim UmmiUmmi.com Donasi Buletin KonsultasiSyariah Yufid.com

Arsip

Buletin Tauhid

Design by cizkah powered by Wordpress