Melihat urgensi pembinaan keluarga, maka dapat disimpulkan sebab perlunya kita membahas masalah ini sebagai berikut:
((كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فأبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُمَجِسَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ))“Seluruh yang lahir dilahirkan diatas fitrah (islam) Lalu kedua orang tuanyalah yang membuatnya menjadi Yahudi atau Nashrani.” (Muttafaqun ‘Alaihi)
مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلَّاحَرَّمَاللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ
“Tidak ada seorang hamba yang Allah berikan memimpin yang meninggal pada hari meninggalnya dalam keadaan berbohong kepada rakyatnya kecuali Allah haramkan surga atasnya.” (HR Muslim)كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالأَمِيْرُ رَاعٍ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَّةٌ عَلَى بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ، فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ متفق عليه
“Kalian semua adalah pemimpin dan seluruh kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpin. Penguasa adalah pemimpin dan seorang laki-laki adalah pemimpin, wanita juga adalah pemimpin atas rumah dan anak suaminya. Sehingga seluruh kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpin.” (Muttafaqun A’laihi)
Contoh Perhatian dan Pembinaan Anak-Anak
Untuk menjelaskan urgensi permasalahan ini dan memotivasi kita dalam memperhatikannya maka saya sampaikan beberapa contoh perhatian para nabi dan orang sholih yang disampaikan dalam al-Qur`an dan sejarah.
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
(Luqman berkata), ‘Hai anakku, Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha mengetahui.’Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.
Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” (Qs Luqman 13-19).
Marilah kita semua mengikuti petunjuk orang-orang yang bertakwa ini.
أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهْ
Hasil dari Pembinaan dan Penjagaan Keluarga
Diantara hasil yang didapatkan darinya adalah:
“Tiga orang yang mendapatkan dua pahala – lalu beliau menyebutkan mereka, diantaranya – dan seorang yang memiliki budak wanita lalu mendidiknya dengan pendidikan yang bagus dan mengajarkannya dengan pengajaran yang baik, kemudian membebaskannya lalu menikahinya maka ia mendapatka dua pahala.”
(HR al-Bukhori)“Siapa yang mengajak kepada petunjuk maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun dari pahala mereka dan yang mengajak kepada kesesatan maka mendapatkan dosa seperti dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.”
(HR Muslim)Bagaimana Membina dan Mmenjaga Keluarga
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membina dan menjaga keluarga, diantaranya:
I. Peran do’a terhadap pembinaan dan penjagaan diri dan keluarga dari neraka.
Lihat saja bagaimana para Nabi banyak mendo’akan keturunannya. Sebagai contoh adalah:
Berhati-hati dari mendo’akan kejelekan kepada keluarga, anak-anak dan harta, sebab do’a orang tua termasuk mustajabah sebagaimana dalam sabda Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam,
ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ
“Tiga do’a yang mustajab secara pasti: Do’a orang terzholimi, do’a musafir dan do’a orang tua atas anaknya.” (Hadits dishohihkan al-Albani dalam silsilah Shohihah 2/147, no. 596)
Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda,
لاَ تَدْعُوْا عَلَى أَنْفُسِكُمْ، وَلاَ تَدْعُوْا عَلَى أَوْلاَدِكُمْ، وَلاَ تَدْعُوْا عَلَى خَدَمِكُمْ، وَلاَ تَدْعُوْا عَلَى أَمْوَالِكُمْ؛ لاَ تُوَافِقُوْا مِنَ اللهِ سَاعَةً يُسْأَلُ فِيْهَا عَطَاءً فَيُسْتَجَابُ لَكُمْ). رواه مسلم
“Janganlah kalian berdoa kejelekan atas diri kalian, Janganlah kalian berdoa kejelekan atas anak-anak kalian, Janganlah kalian berdoa kejelekan atas pembantu kalian dan Janganlah kalian berdoa kejelekan atas harta-harta kalian. Jangan sampai kalian mendapatkan dari Allah satu waktu yang ia diminta satu pemberian lalu mengabulkannya untuk kalian.” (HR Muslim)
II. Memilih Istri.
Memilih istri merupakan marhalah pertama dalam tarbiyah keluarga dan menjadi langkah awal masuk dalam kebahagian rumah tangga bila pas pilihannya. Wajib bagi seorang lelaki memilih dengan baik calon istrinya lalu memilih yang terbaik agamanya. Karena ia akan menjadi ibu anak-anaknya dan anak-anak tersebut akan menyusu dari payudaranya dan akhlaknya.
Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan hal ini dalam sabdanya,
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
“Wanita dinikahi karena empat hal; karena hartanya, martabatnya, kecantikannya dan agamanya, maka pilihlah yang memiliki agama baik niscaya kamu beruntung.” (HR al-Bukhori)
Sepatutnya istri tersebut selain akhlak yang mulia dan ketinggian agamanya juga diambil dari keluarga yang baik dan sholih. Ini lebih utama dan sempurna. Lihatlah kaum Maryam menyatakan kepadanya,
“Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina.” (Qs. Maryam: 28)
- Bersambung insya Allah -
Penulis: Ust. Kholid Syamhudi
***
Artikel muslimah.or.id
© 2006 - 2011 muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah
hendro
1st December 2010 pada waktu 17:07
sesungguhnya menjaga keluarga dari neraka itu wajib dilakukan oleh seorang suami yang menjaga dan mendidik keluarganya,,,,,,,,,,,,,