Adab-Adab Makan

Disusun ulang oleh: Ummu Aufa
Muroja’ah: Subhan Khadafi, Lc.

a. Memulai makan dengan mengucapkan Bismillah.

Berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Apabila salah seorang diantara kalian hendak makan, maka ucapkanlah: ‘Bismilah.’ Dan jika ia lupa untuk mengucapkan Bismillah di awal makan, maka hendaklah ia mengucapkan ‘Bismillahi Awwalahu wa Aakhirahu (dengan menyebut nama Allah di awal dan diakhirnya).’” (HR. Daud Dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih Ibnu Majah: 3264)

b. Hendaknya mengakhiri makan dengan pujian kepada Allah.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Barangsiapa telah selesai makan hendaknya dia berdo’a: “Alhamdulillaahilladzi ath’amani hadza wa razaqqaniihi min ghairi haulin minni walaa quwwatin. Niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Daud, Hadits Hasan)

Inilah lafadznya,

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا وََرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حوْلٍ مِنِّي وَ لاَ قُوَّةٍ

“Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan ini kepadaku dan yang telah memberi rizki kepadaku tanpa daya dan kekuatanku.”

Atau bisa pula dengan doa berikut,

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَنْدًا كثِيراً طَيِّباً مُبَارَكاً فِيهِ غَيْرَ (مَكْفِيٍّ وَ لاَ) مُوَدَّعٍ وَ لاَ مُسْتَغْنَيً عَنْهُ رَبَّناَ

“Segala puji bagi Allah dengan puja-puji yang banyak dan penuh berkah, meski bukanlah puja-puji yang memadai dan mencukupi dan meski tidaklah dibutuhkan oleh Rabb kita.” (HR. Bukhari VI/214 dan Tirmidzi dengan lafalnya V/507)

c. Hendaknya makan dengan menggunakan tiga jari tangan kanan.

Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam makan dengan menggunakan tiga jari.” (HR. Muslim, HR. Daud)

d. Hendaknya menjilati jari jemarinya sebelum dicuci tangannya.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Apabila salah seorang diantara kalian telah selesai makan maka janganlah ia mengusap tangannya hingga ia menjilatinya atau minta dijilati (oleh Isterinya, anaknya).” (HR. Bukhari Muslim)

e. Apabila ada sesuatu dari makanan kita terjatuh, maka hendaknya dibersihkan bagian yang kotornya kemudian memakannya.

Berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Apabila ada sesuap makanan dari salah seorang diantara kalian terjatuh, maka hendaklah dia membersihkan bagiannya yang kotor, kemudian memakannya dan jangan meninggalkannya untuk syaitan.” (HR. Muslim, Abu Daud)

f. Hendaknya tidak meniup pada makanan yang masih panas dan tidak memakannya hingga menjadi lebih dingin, hal ini berlaku pula pada minuman. Apabila hendak bernafas maka lakukanlah di luar gelas, dan ketika minum hendaknya menjadikan tiga kali tegukan.

Sebagaimana hadits dari Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhu:

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang untuk menghirup udara di dalam gelas (ketika minum) dan meniup di dalamnya.” (HR. At Tirmidzi)

g. Hendaknya menghindarkan diri dari kenyang yang melampaui batas.

Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Tidak ada bejana yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekedar dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga), maka jika tidak mau, maka ia dapat memenuhi perutnya dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman dan sepertiga lagi untuk bernafasnya.” (HR. Ahad, Ibnu Majah)

h. Makan memulai dengan yang letaknya terdekat kecuali bila macamnya berbeda maka boleh mengambil yang jauh.

Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Wahai anak muda, sebutkanlah Nama Allah (Bismillah), makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah dari apa-apa yang dekat denganmu.” (HR. Bukhari Muslim)

i. Hendaknya memulai makan dan minuman dalam suatu jamuan makan dengan mendahulukan (mempersilakan mengambil makanan terlebih dahulu) orang-orang yang lebih tua umurnya atau yang lebih memiliki derajat keutamaan.

j. Ketika makan hendaknya tidak melihat teman yang lain agar tidak terkesan mengawasi.

k. Hendaknya tidak melakukan sesuatu yang dalam pandangan manusia dianggap menjijikkan.

l. Jika makan bersama orang miskin, maka hendaklah kita mendahulukan mereka.

Maroji’:
Disadur dari: Adab adab Harian Muslim, Ibnu Katsir

***

Artikel www.muslimah.or.id

38 Komentar untuk “Adab-Adab Makan”

Halaman Komentar: [2] 1 » Show All

  1. mohammad ms
    5th January 2012 pada waktu 09:47

    ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAH WABARAKATUH,
    Afwan, mau tanya Ustadtz ? kalau semisal do’anya d akhir makan ” Alahamdulillahilladzi ath ‘amaana Waasaqhoonna Waj’alna miinal muslimin”
    “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan makan dan minum dan menjadikan kami seorang muslim”

    apakah dO’a ini Shahih dalam Hadistny Ustadzt, ? d khawatirkannya lemah dan menjadikan Bid’ah,

    mohon pelurusannya Ustadtz, ?

    Syukron, jazzakumullah khoiran katsiro,

  2. Syamsul Anwar
    28th December 2011 pada waktu 06:38

    semoga bs di amalkan

  3. wan nor asiah
    11th November 2011 pada waktu 09:59

    indeed Islam is a way of life..

  4. wan nor asiah
    11th November 2011 pada waktu 09:57

    Sesungguhnya Islam is a way of life…

  5. lidya
    15th September 2011 pada waktu 22:31

    Subhanalloh..

  6. irfan kurniawan
    8th July 2011 pada waktu 16:11

    berbicara tentang makan, apalagi dalam hal adab makan merupakan hal yang sangat penting. karena dewasa ini banyak sekali orang-orang yang melalaikan tentang ini bahkan para ustadz,maupun para dai-dai. mereka hanya memperhatikan perkara-perkara yang sangat besar seperti masalah bid’ah,taqfir,amal makruf nahi mungkar dll..sementara hal-hal kecil seperti adab makan,adab tidur dsb sering di sepelekan. bukankah Allah menciptakan manusia hanya untuk beribadah kapada-Nya….jadi selama kita niatkan semata – mata karena Allah itu akan bernilai ibadah.so,… jagan menyepelekan hal- hal yang kecil.

  7. yusuf
    4th June 2011 pada waktu 15:07

    bagaimana hukumnya kalau makan dengan wadah yang terbuat dari emas

  8. Pejuang Islam
    2nd June 2011 pada waktu 17:16

    Assalammualaikum,dan Alhamdulillah,terima kasih kepada hamba-Allah yang menulis artikel sebegini.Baru kini saya tahu adab-adab makan Rasulullah S.A.W.Terima kasih sekali lagi,dan Assalammualaikum.

  9. Syarifah
    13th May 2011 pada waktu 16:43

    AlhamDuLiLLah..
    UnTunG Udah BaCa..
    Jd Bisa NamBah iLmu..
    iSlam jaya!!!

  10. muslimah.or.id
    22nd February 2011 pada waktu 23:41

    @ Naili

    Wa’alaykumussalam warahmatullah wabarakatuh. Di antara adab makan:
    - mengucap “bismillah” sebelum makan.
    - makan sambil duduk.
    - makan dengan tangan kanan.
    - tidak meniup makanan yang panas, tetapi menunggu hingga uap panasnya hilang. makanan yang sudah tidak panas itu lebih besar berkahnya.
    - makan dengan perlahan.
    - tidak mengambil makanan sebelum makanan yang di mulut habis terkunyah dan tertelan.
    - membaca doa ketika selesai makan, yang bunyinya:
    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا وََرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حوْلٍ مِنِّي وَ لاَ قُوَّةٍ
    “Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan ini kepadaku dan yang telah memberi rizki kepadaku tanpa daya dan kekuatanku.”

  11. Naili shofa
    22nd February 2011 pada waktu 12:44

    Assalamu’alaikum..
    Kakak.kakak.. Ak mau tanya donk.. Kan kalo minum itu 3teguk. Nha kalo adab mengunyah makanan itu ada gag ya??
    Sukron..

  12. azzamhatta
    18th February 2011 pada waktu 14:05

    mudah-mudahan kita bisa melaksanakan adab makan tersebut…!!!
    amiin!!!!

  13. dhesty
    10th February 2011 pada waktu 20:34

    sungguh mulia skali

  14. deddy
    3rd February 2011 pada waktu 07:44

    artikel yg sngat bagus… minta ijin untuk men share di blog saya ya…

  15. bilal
    27th October 2010 pada waktu 13:51

    izin saya copy untuk disebarkan….thanx

  16. muslimah.or.id
    19th October 2010 pada waktu 20:53

    @ Muhammad
    Wa’alaikumussalam warahmatullah.,
    Benar, dalilnya adalah sabda nabi shallallahu’alaihi wasallam,
    “Makan satu orang itu cukup untuk dua orang. Makanan dua orang itu cukup untuk empat orang. Makanan empat orang itu cukup untuk delapan orang.” (HR Muslim no 2059)
    Hadist diatas menganjurkan untuk makan secara bersama-sama dalam satu tempat. Dan diantara hadits penjelas adalah sabda beliau shallallahu’alaihi wasallam,
    “Makanlah bersama-sama dan sebutlah nama Allah sebelumnya tentu makanan tersebut akan diberkahi.” (HR Abu Dawud no. 3764 dan dinilai shahih oleh al-Albani.)
    Silahkan baca penjelasan tentang adab-adab makan secara detail di link berikut ini,
    http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/adab-adab-makan-seorang-muslim-1.html
    http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/adab-adab-makan-seorang-muslim-2.html
    http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/adab-adab-makan-seorang-muslim-3.html
    http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/adab-adab-makan-seorang-muslim-4.html
    http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/adab-adab-makan-seorang-muslim-5.html
    http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/adab-adab-makan-seorang-muslim-6.html
    http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/adab-adab-makan-seorang-muslim-7.html

  17. Muhammad Nur huda
    18th October 2010 pada waktu 23:56

    Asalamualaikum wr wb…
    apakah makan berjama’ah satu tempat(satu nampan) termasuk sunnah rasulullah??

  18. Andi G
    23rd June 2010 pada waktu 00:21

    subhanallahh
    agama kita memang sempuran sampai_sampai makan pun ada tata caranya.

Halaman Komentar: [2] 1 » Show All

Berikan komentar

donasi muslimah
Toko Muslim Islam Download Your Ads Radio Muslim UmmiUmmi.com Donasi Buletin KonsultasiSyariah Yufid.com

Arsip

Buletin Tauhid

Design by cizkah powered by Wordpress