Penulis: Ummu Sa’id
Muroja’ah: Ustadz Subkhan Khadafi
Wahai saudariku,
Kembalilah!
Kembalilah dalam ketaatan sebelum terlambat!
Kematian bisa datang kapan saja.
Bukankah kita ingin meninggal dalam ketaatan?
Bukankah kita tidak ingin meninggal dalam keadaan bermaksiat?
Bukankah kita mengetahui bahwa Allah mengharamkan bau surga bagi wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang?
Berpakaian tapi tidak sesuai dengan syariat maka itu hakekatnya berpakaian tetapi telanjang!
Tidakkah kita rindu dengan surga?
Bagaimana bisa masuk jika mencium baunya saja tidak bisa?
Saudariku,
Apalagi yang menghalangi kita dari syari’at yang mulia ini?
Kesenangan apa yang kita dapat dengan keluar dari syari’at ini?
Kesenangan yang kita dapat hanya bagian dari kesenangan dunia.
Lalu apalah artinya kesenangan itu jika tebusannya adalah diharamkannya surga (bahkan baunya) untuk kita?
Duhai…
Apa yang hendak kita cari dari kampung dunia?
Apalah artinya jika dibanding dengan kampung akhirat?
Mana yang hendak kita cari?
Kita memohon pada Allah Subhanahu wa Ta’ala
Semoga Allah menjadikan hati kita tunduk dan patuh pada apa yang Allah syariatkan. Dan bersegera padanya…
Saudariku,
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mensyariatkan kepada para muslimah untuk menutup tubuh mereka dengan jilbab.
Lalu jilbab seperti apa yang Allah maksudkan?
Jilbab kan modelnya banyak…
*Semoga Allah memberi hidayah padaku dan pada kalian untuk berada di atas ketaatan dan istiqomah diatasnya*
Iya, saudariku.
Sangat penting bagi kita untuk mengetahui jilbab seperti apa yang Allah maksudkan dalam perintah tersebut supaya kita tidak salah sangka.
Sebagaimana kita ingin melakukan sholat subuh seperti apa yang Allah maksud, tentunya kita juga ingin berjilbab seperti yang Allah maksud.
“Ya… terserah saya! Mau sholat subuh dua rokaat atau tiga rokaat yang penting kan saya sholat subuh!”
“Ya… terserah saya! Mau pake jilbab model apa, yang penting kan saya pake jilbab!”
Mmm…
Tidak seperti ini kan?
Pembahasan mengenai hal ini ada sebuah buku yang bagus untuk dijadikan rurukan karena di dalamnya memuat dalil-dalil yang kuat dari Al Quran dan As Sunnah, yaitu Jilbab al Mar’ah al Muslimah fil Kitabi wa Sunnah yang ditulis oleh Muhammad Nasiruddin Al Albani. Buku ini telah banyak diterjemahkan dengan judul Jilbab Wanita Muslimah.
Adapun secara ringkas, jilbab wanita muslimah mempunyai beberapa persyaratan, yaitu:
1. Menutup seluruh badan
Adapun wajah dan telapak tangan maka para ulama berselisih pendapat. Sebagian ulama menyatakan wajib untuk ditutup dan sebagian lagi sunnah jika ditutup. Syekh Muhammad Nasiruddin Al Albani dalam buku di atas mengambil pendapat sunnah. Masing-masing pendapat berpijak pada dalil sehingga kita harus bisa bersikap bijak. Yang mengambil pendapat sunnah maka tidak selayaknya memandang saudara kita yang mengambil pendapat wajib sebagai orang yang ekstrim, berlebih-lebihan atau sok-sokan karena pendapat mereka berpijak pada dalil. Adapun yang mengambil pendapat wajib maka tidak selayaknya pula memandang saudara kita yang mengambil pendapat sunnah sebagai orang yang bersikap meremehkan dan menyepelekan sehingga meragukan kesungguhan mereka dalam bertakwa dan berittiba’ (mengikuti) sunnah nabi. Pendapat mereka juga berpijak pada dalil.
*Semoga Allah menjadikan hati-hati kita bersatu dan bersih dari sifat dengki, hasad, dan merasa lebih baik dari orang lain*
2. Bukan berfungsi sebagai perhiasan
3. Kainnya harus tebal dan tidak tipis
4. Harus longgar, tidak ketat, sehingga tidak dapat menggambarkan bentuk tubuh
5. Tidak diberi wewangian atau parfum
6. Tidak menyerupai pakaian laki-laki
7. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir
8. Bukan libas syuhrah (pakaian untuk mencari popularitas)
“BERAT!
Rambutku kan bagus! Kenapa harus ditutup?
Lagi pula kalau ditutup bisa pengap, nanti kalau jadi rontok gimana?”
“RIWEH!
Harus pakai kaus kaki terus.
Kaus kaki kan cepet kotor, males nyucinya!”
“Baju yang kaya laki-laki ini kan baju kesayanganku! Ini style ku! Kalau pake rok jadi kaya orang lain. I want to be my self! Kalau pakai bajunya cewek RIBET! Gak praktis dan gak bisa leluasa!”
Saudariku,
Sesungguhnya setan tidak akan membiarkan begitu saja ketika kita hendak melakukan ketaatan kecuali dia akan membisikkan kepada kita ketakutan dan keragu-raguan sehingga kita mengurungkan niat.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya:
“Iblis menjawab: Karena Engkau telah menjadikanku tersesat, maka aku benar-benar akan menghalang-halangi mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka, belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka, sehingga Engkau akan mendapati kebanyakan mereka tidak bersyukur.” (Qs. Al A’raf: 16-17)
Ibnu Qoyyim berkata “Apabila seseorang melakukan ketaatan kepada Allah, maka setan akan berusaha melemahkan semangatnya, merintangi, memalingkan, dan membuat dia menunda-nunda melaksanakan ketaatan tersebut. Apabila seorang melakukan kemaksiatan, maka setan akan membantu dan memanjangkan angan dan keinginannya.”
Mungkin setan membisikkan
“Dengan memakai jilbab, maka engkau tidak lagi terlihat cantik!”
Sebentar!
Apa definisi cantik yang dimaksud?
Apa dengan dikatakan “wah…”, banyak pengagum dan banyak yang nggodain ketika kita jalan maka itu dikatakan cantik?
Sungguh!
Kecantikan iman itu mengalahkan kecantikan fisik.
Mari kita lihat bagaimana istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shohabiyah!
Apa yang menyebabkan mereka menduduki tempat yang mulia?
Bukan karena penampilan dan kecantikan, tetapi karena apa yang ada di dalam dada-dada mereka.
Tidakkah kita ingin berhias sebagaimana mereka berhias?
Sibuk menghiasi diri dengan iman dan amal sholeh.
Wahai saudariku,
Seandainya fisik adalah segala-galanya, tentu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan memilih wanta-wanita yang muda belia untuk beliau jadikan istri. Namun kenyataannya, istri-istri nabi adalah janda kecuali Aisyah radhiyallahu ‘anha.
Atau… mungkin setan membisikkan
“Dengan jilbab akan terasa panas dan gerah!”
Wahai saudariku,
Panasnya dunia tidak sebanding dengan panasnya api neraka.
Bersabar terhadapnya jauh lebih mudah dari pada bersabar terhadap panasnya neraka.
Tidakkah kita takut pada panasnya api neraka yang dapat membakar kulit kita?
Kulit yang kita khawatirkan tentang jerawatnya, tentang komedonya, tentang hitamnya, tentang tidak halusnya?
Wahai saudariku,
Ketahuilah bahwa ketaatan kepada Allah akan mendatangkan kesejukan di hati. Jika hati sudah merasa sejuk, apalah arti beberapa tetes keringat yang ada di dahi.
Tidak akan merasa kepanasan karena apa yang dirasakan di hati mengalahkan apa yang dialami oleh badan.
Kita memohon pada Allah Subhanahu wa Ta’ala
Semoga Allah memudahkan nafsu kita untuk tunduk dan patuh kepada syariat.
“Riweh pake kaus kaki.”
“Ribet pake baju cewek.”
“Panas! Gerah!”
Saudariku…
Semoga Allah memudahkan kita untuk melaksanakan apa yang Allah perintahkan meski nafsu kita membencinya.
Setiap ketaatan yang kita lakukan dengan ikhlas, tidak akan pernah sia-sia. Allah akan membalasnya dan ini adalah janji Allah dan janji-Nya adalah haq.
“Celana bermerk kesayanganku bagaimana?”
“Baju sempit itu?”
“Minyak wangiku?”
Saudariku…
Semoga Allah memudahkan kita untuk meninggalkan apa saja yang Allah larang meski nafsu kita menyukainya.
Barang siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.
Semoga Allah memudahkan kita untuk bersegera dalam ketaatan,
Meneladani para shohabiyah ketika syariat ini turun, mereka tidak berfikir panjang untuk segera menutup tubuh mereka dengan kain yang ada.
Saudariku,
Jadi bukan melulu soal penampilan!
Bahkan memamerkan dengan menerjang aturan Robb yang telah menciptakan kita.
Tetapi…
Mari kita sibukkan diri berhias dengan kecantikan iman.
Berhias dengan ilmu dan amal sholeh,
Berhias dengan akhlak yang mulia.
Hiasi diri kita dengan rasa malu!
Tutupi aurat kita!
Jangan pamerkan!
Jagalah sebagaimana kita menjaga barang berharga yang sangat kita sayangi.
Simpanlah kecantikannya,
Simpan supaya tidak sembarang orang bisa menikmatinya!
Simpan untuk suami saja,
Niscaya ini akan menjadi kado yang sangat istimewa untuknya.
Saudariku,
Peringatan itu hanya bermanfaat bagi orang yang mau mengikuti peringatan dan takut pada Allah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya,
“Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan takut kepada Robb Yang Maha Pemurah walau dia tidak melihat-Nya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.” (QS. Yasin: 11)
Kita memohon pada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang mau mengikuti peringatan,
Semoga Allah memasukkan kita kedalam golongan orang-orang yang takut pada Robb Yang Maha Pemurah walau kita tidak melihat-Nya,
Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang mendapat kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.
Kita berlindung pada Allah dari hati yang keras dan tidak mau mengikuti peringatan. Kita berlindung pada Allah, Semoga kita tidak termasuk dalam orang-orang yang Allah firmankan dalam QS. Yasin: 10 (yang artinya):
“Sama saja bagi mereka apakah kami memberi peringatan kepada mereka ataukah kami tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.” (QS. Yasin: 10)
***
Artikel www.muslimah.or.id
© 2006 - 2011 muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah
Risti Rostiani
10th September 2011 pada waktu 14:17
Subhanallah,, sungguh indah sekali. Semoga saya bisa tetap istiqamah dalam menjalankan perintah-Nya. Amin….
muslimah.or.id
8th April 2011 pada waktu 15:15
@ Suci
Wa’alaikumussalam,
insyaAllah jika kita benar-benar brtekad untuk menjalankan perintah Allah maka Allah akan memudahkan jalan bagi kita. Dan semoga Allah menutup aib-aib kita diamasa yang dahulu dan yang akan datang
suci fitriani
7th April 2011 pada waktu 19:22
assalamualaikum..!!
saya sngt senang membaca artikelnya..rasanya ingin menangis..rasa bersalah kepada Allah swt..bgtu besar menghantui saya..dulu sya ber jilbab..sekolahpun berjilbab SD dan SMK..terakhir sya berjilbab thun 2008..lalu sya buka dngan alasan saya malu dengan jilbab saya,,,:(
karna perbuatan yg semestinya gk saya lakukan….sekarang saya sudah menikah..hampir 3thun …..driartikel diatas sontak membuat saya ingin berniat memakai jilbab..jilbab hati,lisan dan hati..tp ketika saya ingin totalitas untuk berjilbab…ada sja pikiran yg merasuki saya..tntang masa lalu yg sya perbuat..sya sungguh malu dngan jilbab sya..dan sya ingin memulai dngan penuh ikhlas dan nia t hanya untuk Allah swt..akan kah saya bisa melewati segala rintangan itu…
eva
28th February 2011 pada waktu 14:46
ijin share ukh,,,,
jazakillah,,artikelnya….alhamdulillah ana sudh sejak kelas 6 SD berhijab waktu itu hijab masih dianggap lucu juga hal yang masih langka,ada yang bilang saya kaya nenek2 kemana-mana pake jilbab,bahkan pernah di ejek sebagai NINJA..
tapi alhamdulillah sekarang banyak wanita2 yang bisa menjaga kehormatannya dan hijab sekarang ini bukan hal yang aneh lagi..
yang ingin saya share..
iman manusia kadang turun kadang naik,alhamdulillah ana adalah ibu rumah tangga yang diberikan tanggung jawab untuk mengelola keuangan di sebuah perusahaan,dan karena itulah kondisi memaksa ana untuk menggunakan uniform yang tentunya bukan gamis atau busana muslimah pada umumnya…
terkadang hati ini juga sedikit berontak.
siti kona'ah
28th February 2011 pada waktu 08:38
assalamu’alaikum,… mba punten izin share ya,..
subhaanallah,.. mba gmn ya cara supaya kita tetap istiqomah dalam memakai hijab yang benar,.. walaupun tidak sempurna,… tapi setidaknya benar dalam memakai jilbab n pakaian sebagai muslimah,..
jazakillah khoir ya mba,.. ^__^
putry
20th February 2011 pada waktu 16:33
subhanallah artikelnya bgus bnget . I LIKE It
muslimah.or.id
18th February 2011 pada waktu 10:41
@anis
W’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh
Tidaklah seorang ingin melaksanakan ketaatan melainkan setan selalu membisiki ketakutan atau keragu-raguan. Ragu-ragu dalam melaksanakan ketaatan merupakan godaan setan yang kita berlindung kepada Allah dari godaan tersebut.
Ukhti, teguhkanlah hati, bersabarlah terhadap ucapan-ucapan miring yang dikatakan orang lain tatkala kita melaksanakan ketaatan pada Allah. Kita sedang mencari ridha Allah. Untuk apa memusinggan ridha nya manusia.
adapun perkataan “orng ow pkai kerudung tp ow hatinya blum sesui percumah”
seperti perkataan “untuk apa berpuasa kalau masih berbohong, mending gak usah puasa sekalian”
Jika dia meninggalkan puasa karena perkataan ini, maka justru dia berdosa karena 2 hal, yaitu meninggalkan puasa (wajib) dan berbohong. Perkataan seperti ini merupakan tipu daya iblis supaya manusia tidak memperbaiki diri, larut dan berkubang di dalam dosa-dosa nya.
Menutup aurat merupakan kewajiban. Jika ditinggalkan maka pelakunya mendapatkan dosa. Jika dia lakukan dengan niat ikhlas, maka menutup aurat itu mendatangkan pahala yang banyak karena merupakan amalan wajib (amalan wajib pahalanya lebih banyak dari pada amalan sunnah).
anis
17th February 2011 pada waktu 10:50
assalamuaa’laikum..saya meh tny ,saya msh skolh d smk,sy bingung kadang bertanya pada diri saya sendiri..apakah yang seharusnya saya lakukan,saya sudah berusaa memakai kerudun,tp kenapa hati saya selalu tidak siap,,,bagaimana cara belajar pkai kerudung agar saya selalu memakai ..dan tidak terkecoh oleh omongan orng lain,,terutama tmn2 sy…yang kadang ada yang blg,,,”jelek km okai kerudung” …dan sy prnh dngr bhw orng ow pkai kerudung tp ow hatinya blum sesui percumah,apa yang d maksud dari perktan itu ,trimksh
muslimah.or.id
14th February 2011 pada waktu 02:09
@ Lelani
Kami doakan semoga Allah Jalla wa ‘Ala memberikan kemampuan kepada Ukhti Lelani agar bisa tampil lebih mulia sebagai muslimah yang berjilbab syar’i, berkerudung sempurna, tanpa memperlihatkan lekuk tubuh dan make-up di hadapan lelaki yang bukan mahramnya. Amin ….
lelani
11th February 2011 pada waktu 07:12
saat ini sdh byk yg terlihat memakai jilbab… tp sayang kdg hy asal pakai kerudung tp lekuk tubuh… make up yg full… tetap menempel….Astagfirullah…
ummu aqila
10th February 2011 pada waktu 14:32
ijin share ya?syukron..
Zahratul shyta
3rd January 2011 pada waktu 14:49
Assalamualaikum,subhanallah,ana jd teringat seorang ikhwan yang gak prnah bosan tk selalu ngngatkan ana tk berhijab,tp alhamdulilah udah 2 tahun lbh ana berhjab,nasehatx hampir sama dgn isi artikel… Alhamdulilah yg allah ana merasakan kebahagiaan berhjab.allah huakbar
sri mulyati
24th September 2010 pada waktu 07:27
subhanallah…izin share ya….syukron
Ummu Tibyan
6th September 2010 pada waktu 07:19
Assalamualaikum…ana izin share..
muslimah.or.id
5th September 2010 pada waktu 11:22
@ Dhiyya
Wa’alaikmussalam warahmatullah,
Kewajiban menutup aurat tersebut berlaku dihadapan orang yang bukan mahram. Jika dirumah ada orang yang bukan mahram maka wajib menutup aurat. Siapa sajakah yang menjadi mahram kita? Simak artikel kami:
http://muslimah.or.id/fikih/lihatlah-siapa-mahrammu-1.html
http://muslimah.or.id/fikih/lihatlah-siapa-mahrammu-2.html
dhiyya
5th September 2010 pada waktu 06:58
Assalamu’alaikum wr wb
Terima kasih artikelnya bisa mengilhami wanita untuk menjaga kehormatannya…
Apakah dirumah pun harus memakai jilbab pula selayaknya ketika diluar rumah..
Terima kasih..
Wulan
18th July 2010 pada waktu 21:03
Ijin shaed ya ukhti.. syukron
Irvany
10th July 2010 pada waktu 07:19
Subhaanalloh,Jilbabku Kehormatanku.Mudah-mudahan ada suatu saat Ustadzah yang menjadi figur uswah bukan hanya untuk lingkungan Pon-Pes namun bisa menyentuh sampai ke pelosok desa yang sangat terpencil.Kondisi masyarakat yang jauh dari informasi dan teknelogi ilmu syar’i seperti ini jauh akan lebih tersentuh dengan keberadaan Ustadzah yang bisa hadir di tengah-tengah mereka kaum muslimah.
itha crochet
31st March 2010 pada waktu 20:06
assalamualaikum…ana ijin share ukhti..
jazakillah khoir…