Comments on: Jagalah Keluargamu dari Neraka (1) http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/jagalah-keluargamu-dari-neraka-1.html Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah Sat, 12 May 2012 08:57:28 -0400 http://wordpress.org/?v=2.8.4 hourly 1 By: utami http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/jagalah-keluargamu-dari-neraka-1.html/comment-page-1#comment-11805 utami Tue, 21 Dec 2010 18:57:21 +0000 http://muslimah.or.id/?p=248#comment-11805 اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ Umi.rumah tangga kami sudah berjalan ±16 thn, mulai dari awal perkawinan sampai ðëñgåñ 15 th,hanya kezoliman ÿg $ãÿå rasakan sampai memiliki 1 putra 3 putri,ķãĽö $ãÿå ceritakan bentuk-bentuk kezolimannya,$ãÿå takut dosa umi.. Umi..kami tidak memiliki sosok seorang imam di keluarga kami,suami $ãÿå tidak pernah sholat,atau mengajari,menuntun kami tentang agama,ataupun ajaran2 Rosululloh $ãÿå sangat ☹ sekali membayangkan 1 keluarga masuk neraka semua.. Saat ini $ãÿå tidak tahu harus bagaimana, minta cerai atau pertahankan rumah tangga ini, padahal memasuki thn 16 suami sudah mulai belajar berubah tidak menzolimi lg.. Ÿg $ãÿå lakukan saat ini hanya menyerahkan segalanya kpd اَللّهُ Azza wa Jalla.. وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Umi.rumah tangga kami sudah berjalan ±16 thn, mulai dari awal perkawinan sampai ðëñgåñ 15 th,hanya kezoliman ÿg $ãÿå rasakan sampai memiliki 1 putra 3 putri,ķãĽö $ãÿå ceritakan bentuk-bentuk kezolimannya,$ãÿå takut dosa umi..
Umi..kami tidak memiliki sosok seorang imam di keluarga kami,suami $ãÿå tidak pernah sholat,atau mengajari,menuntun kami tentang agama,ataupun ajaran2 Rosululloh
$ãÿå sangat ☹ sekali membayangkan 1 keluarga masuk neraka semua..
Saat ini $ãÿå tidak tahu harus bagaimana, minta cerai atau pertahankan rumah tangga ini, padahal memasuki thn 16 suami sudah mulai belajar berubah tidak menzolimi lg..
Ÿg $ãÿå lakukan saat ini hanya menyerahkan segalanya kpd اَللّهُ Azza wa Jalla..

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

]]>
By: ukhti rina http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/jagalah-keluargamu-dari-neraka-1.html/comment-page-1#comment-11352 ukhti rina Fri, 19 Nov 2010 17:25:30 +0000 http://muslimah.or.id/?p=248#comment-11352 Ummu fatheema, Wahai saudari, janganlah berburuk sangka terhadap sesama perempuan. Pertanyaan hale menurut saya pertanyaan yang wajar, dan saya yakin bukan hanya ukhti hale saja yang mengalami-nya. Saya memiliki sepupu yang menikah dikarenakan perjodohan. Mereka hanya bertemu dua kali sebelum pernikahan. Sepupu saya merasakan kalau suaminya kurang perhatian, dan juga tidak mencintainya. Suaminya adalah duda yang didesak lagi oleh ibunya untuk menikah lagi. Atas dasar iman, dikarenakan suami-nya adalah pria yang sholeh, sepupu saya menerima pinangannya. Sepupu saya mencoba untuk berfikiran positif, berasumsi kalau suaminya hanya kelelahan sepulang dari bekerja. Namun setelah dua tahun pernikahan, dan setelah memiliki anak, suaminya tetap tidak perhatian, dan sering berkata ketus. Sepupu saya sudah melakukan intropeksi diri, dia mulai berdandan untuk suami, belajar memasak, mencucikan baju dan mensetrikanya dan tidak lupa mengasuh anak dengan baik. Wahai ummu Fatheema, Sepupu saya merasa kalau yang salah itu adalah dirinya. Sebagai perempuan dirinyalah yang harus berkaca dan merubah diri menjadi lebih baik. Namun bagaimana dengan suaminya wahai ummu, apakah sepupu saya tidak boleh mengemukakan perasaannya dan berharap kalau suaminya juga memperbaiki diri? Jika suami bekerja, itu adalah kewajiban, suami tidak boleh menjadikan alasan pekerjaan yang membuat dia tidak memperlakukan istrinya dengan baik. Istri juga memiliki banyak permasalahan. Apalagi kalau dia memiliki anak, merawat anak, kepasar, memasak, mencuci. Pekerjaan yang dilakukan istri adalah pekerjaan mulia yang harus dihargai sama dengan pekerjaan suami. Ummu fatheema,

Wahai saudari, janganlah berburuk sangka terhadap sesama perempuan. Pertanyaan hale menurut saya pertanyaan yang wajar, dan saya yakin bukan hanya ukhti hale saja yang mengalami-nya. Saya memiliki sepupu yang menikah dikarenakan perjodohan. Mereka hanya bertemu dua kali sebelum pernikahan.

Sepupu saya merasakan kalau suaminya kurang perhatian, dan juga tidak mencintainya. Suaminya adalah duda yang didesak lagi oleh ibunya untuk menikah lagi. Atas dasar iman, dikarenakan suami-nya adalah pria yang sholeh, sepupu saya menerima pinangannya. Sepupu saya mencoba untuk berfikiran positif, berasumsi kalau suaminya hanya kelelahan sepulang dari bekerja. Namun setelah dua tahun pernikahan, dan setelah memiliki anak, suaminya tetap tidak perhatian, dan sering berkata ketus.
Sepupu saya sudah melakukan intropeksi diri, dia mulai berdandan untuk suami, belajar memasak, mencucikan baju dan mensetrikanya dan tidak lupa mengasuh anak dengan baik. Wahai ummu Fatheema, Sepupu saya merasa kalau yang salah itu adalah dirinya. Sebagai perempuan dirinyalah yang harus berkaca dan merubah diri menjadi lebih baik. Namun bagaimana dengan suaminya wahai ummu, apakah sepupu saya tidak boleh mengemukakan perasaannya dan berharap kalau suaminya juga memperbaiki diri?

Jika suami bekerja, itu adalah kewajiban, suami tidak boleh menjadikan alasan pekerjaan yang membuat dia tidak memperlakukan istrinya dengan baik. Istri juga memiliki banyak permasalahan. Apalagi kalau dia memiliki anak, merawat anak, kepasar, memasak, mencuci. Pekerjaan yang dilakukan istri adalah pekerjaan mulia yang harus dihargai sama dengan pekerjaan suami.

]]>
By: Rabiatul ikhram http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/jagalah-keluargamu-dari-neraka-1.html/comment-page-1#comment-6733 Rabiatul ikhram Thu, 17 Dec 2009 02:09:50 +0000 http://muslimah.or.id/?p=248#comment-6733 saya punya tiga putra umi, untuk menyuruh anak2 yang masih kecil untuk mengerjakan shalat bukanlah suatu hal yang mudah, karena mereka belum mengerti dan memahami apa mamfaat dari shalat, apalagi kami sebagai orang tua belum sempurna juga untuk mendirikannya, saya mau tanya bagaimanakah caranya agar ayah (bisa jadi imam), ibu dan anak bisa melakukan shalat berjamaah dengan baik, selama ini kami belum pernah melakukannya, bagaimama cara mengawalinya umi , supaya kami bisa menuju syurga. mohon pejelasannya, terima kasih umi, wassalam saya punya tiga putra umi, untuk menyuruh anak2 yang masih kecil untuk mengerjakan shalat bukanlah suatu hal yang mudah, karena mereka belum mengerti dan memahami apa mamfaat dari shalat, apalagi kami sebagai orang tua belum sempurna juga untuk mendirikannya, saya mau tanya bagaimanakah caranya agar ayah (bisa jadi imam), ibu dan anak bisa melakukan shalat berjamaah dengan baik, selama ini kami belum pernah melakukannya, bagaimama cara mengawalinya umi , supaya kami bisa menuju syurga. mohon pejelasannya, terima kasih umi, wassalam

]]>
By: ummu fatheema http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/jagalah-keluargamu-dari-neraka-1.html/comment-page-1#comment-5702 ummu fatheema Thu, 24 Sep 2009 03:03:22 +0000 http://muslimah.or.id/?p=248#comment-5702 Ukhti Hale... Semoga Alloh merahmatimu... Janganlah ukhti bersedih hati dengan kondisi seperti ini. Janganlah ukhti bertindak gegabah memutuskan 'khulu'(menuntut cerai kepda suami) hanya gara2 suami kurang romantis. Coba Ukhti teliti lebih mendalam, kira2 apa penyebab suami 'pasif' dan tidak ada ekspresi cinta dan sayang. Mungkin saja beliau capek, ada masalah diluar rumah atau mungkin saja sikap kita yang kurang enak di depan suami, kita tidak pernah tersenyum, atau bermuka datar2 saja. bahkan ada seorang suami yang mengatakan menikah dengan patung, karena si istri kaku, tidak bisa membawa suasana menjadi 'indah',tidak bisa diajak bercanda dsbnya. Sehingga suami merasa bosan dirumah dan terbawa suasana hampar dan datar2 saja. Coba Ukhti renungkan kembali hal ini... Ukthi, saya nasehatkan untuk saya pribadi dan kalian semua...bertaqwalah kepada Allah, sungguh tidak pantas bagi kita melihat suami hanya sisi negatifnya saja... Tidakkah kita takut ancaman bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah wanita? Atas alasan apa mereka menjadi penghuni moyoritas? Apakah mereka kufur terhadap Rabbnya? Tidak ukhti... Sekali-kali tidak... Mereka memenuhi neraka karena kebanyakan wanita kufur terhadap suaminya... Mereka tidak bersyukur dan tidak berterimakasih atas kebaikan suami kepada dirinya... Yang ada hanya cela dan cercaan kepada suami... Tidakkah kita malu wahai ukhti... Suami kita bekerja keras, membanting tulang, berkeluh keringat demi menafkahi anak istrinya. Sementara kita dirumah duduk2 saja, menikmati makanan dan minuman tanpa merasakan penderitaan yang dialami suami...kadang malah ada istri yang mengisi waktu dirumah dengan ngobrol sana sini dengan Ibu2 lainnya, nggosip kanan kiri. Wal 'iyyadzubillah... Ukhti... Bersyukurlah kita sudah dikarunia seorang suami yang bertanggungjawab... Berbahagialah wahai ukhti... Justru yang bisa membuat suami bercanda, bisa senyum, bisa mengekspresikan cinta itu adalah kita sebagai istri. Itulah tanggungjawab kita... Bukan malah kita menunut suami... Jadi ukhti... Bersabarlah... Semoga Alloh menjadikan kalian pasangan keluarga yang bahagia di dunia hingga bertemu disurgaNya kelak. Amin Ukhti Hale…
Semoga Alloh merahmatimu…
Janganlah ukhti bersedih hati dengan kondisi seperti ini.
Janganlah ukhti bertindak gegabah memutuskan ‘khulu’(menuntut cerai kepda suami) hanya gara2 suami kurang romantis.
Coba Ukhti teliti lebih mendalam, kira2 apa penyebab suami ‘pasif’ dan tidak ada ekspresi cinta dan sayang. Mungkin saja beliau capek, ada masalah diluar rumah atau mungkin saja sikap kita yang kurang enak di depan suami, kita tidak pernah tersenyum, atau bermuka datar2 saja. bahkan ada seorang suami yang mengatakan menikah dengan patung, karena si istri kaku, tidak bisa membawa suasana menjadi ‘indah’,tidak bisa diajak bercanda dsbnya.
Sehingga suami merasa bosan dirumah dan terbawa suasana hampar dan datar2 saja.
Coba Ukhti renungkan kembali hal ini…
Ukthi, saya nasehatkan untuk saya pribadi dan kalian semua…bertaqwalah kepada Allah, sungguh tidak pantas bagi kita melihat suami hanya sisi negatifnya saja…
Tidakkah kita takut ancaman bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah wanita?
Atas alasan apa mereka menjadi penghuni moyoritas?
Apakah mereka kufur terhadap Rabbnya?
Tidak ukhti…
Sekali-kali tidak…
Mereka memenuhi neraka karena kebanyakan wanita kufur terhadap suaminya…
Mereka tidak bersyukur dan tidak berterimakasih atas kebaikan suami kepada dirinya…
Yang ada hanya cela dan cercaan kepada suami…
Tidakkah kita malu wahai ukhti…
Suami kita bekerja keras, membanting tulang, berkeluh keringat demi menafkahi anak istrinya. Sementara kita dirumah duduk2 saja, menikmati makanan dan minuman tanpa merasakan penderitaan yang dialami suami…kadang malah ada istri yang mengisi waktu dirumah dengan ngobrol sana sini dengan Ibu2 lainnya, nggosip kanan kiri. Wal ‘iyyadzubillah…
Ukhti…
Bersyukurlah kita sudah dikarunia seorang suami yang bertanggungjawab…
Berbahagialah wahai ukhti…
Justru yang bisa membuat suami bercanda, bisa senyum, bisa mengekspresikan cinta itu adalah kita sebagai istri. Itulah tanggungjawab kita…
Bukan malah kita menunut suami…
Jadi ukhti…
Bersabarlah…
Semoga Alloh menjadikan kalian pasangan keluarga yang bahagia di dunia hingga bertemu disurgaNya kelak. Amin

]]>
By: www.muslimah.or.id http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/jagalah-keluargamu-dari-neraka-1.html/comment-page-1#comment-5700 www.muslimah.or.id Wed, 23 Sep 2009 14:37:12 +0000 http://muslimah.or.id/?p=248#comment-5700 Semoga Allah memudahkan segala urusan saudariku. Komunikasi adalah hal yang penting di antara suami istri. Mungkin hal pertama yang perlu dilakukan adalah saling komunikasi agar masing-masing memahami keinginan dan kebutuhan masing-masing pihak. Hal ini untuk mengatasi kesalahpahaman dan jarak di antara suami istri. Karena bisa jadi suami anti memang bukan tipikal orang yang 'romantis' sehingga tidak mudah mengatakan cinta dan sayang. Cobalah anti lebih dahulu yang mengatakan, "Abang/mas...adek sayaang banget sama abang/mas." Ketika kita senang dibegitukan, insya Allah begitu pula dengan suami. Walaupun reaksinya mungkin tidak sesuai yang kita harapkan (mungkin karena malu dan kaget dan tidak biasa). Tapi kita bisa teruskan dengan canda, "Abang/Mas juga sayang kan sama adek?" Begitu seterusnya, insya ALlah akan terjadi komunikasi dan ungkapan rasa juga tersampaikan. Semoga Allah memberikan kesabaran kepada anti dan teruslah berdoa semoga Allah menjadikan segala sesuatunya menjadi lebih baik. Semoga Allah memudahkan segala urusan saudariku.
Komunikasi adalah hal yang penting di antara suami istri. Mungkin hal pertama yang perlu dilakukan adalah saling komunikasi agar masing-masing memahami keinginan dan kebutuhan masing-masing pihak. Hal ini untuk mengatasi kesalahpahaman dan jarak di antara suami istri. Karena bisa jadi suami anti memang bukan tipikal orang yang ‘romantis’ sehingga tidak mudah mengatakan cinta dan sayang.

Cobalah anti lebih dahulu yang mengatakan, “Abang/mas…adek sayaang banget sama abang/mas.” Ketika kita senang dibegitukan, insya Allah begitu pula dengan suami. Walaupun reaksinya mungkin tidak sesuai yang kita harapkan (mungkin karena malu dan kaget dan tidak biasa). Tapi kita bisa teruskan dengan canda, “Abang/Mas juga sayang kan sama adek?” Begitu seterusnya, insya ALlah akan terjadi komunikasi dan ungkapan rasa juga tersampaikan.

Semoga Allah memberikan kesabaran kepada anti dan teruslah berdoa semoga Allah menjadikan segala sesuatunya menjadi lebih baik.

]]>
By: hale http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/jagalah-keluargamu-dari-neraka-1.html/comment-page-1#comment-5677 hale Mon, 21 Sep 2009 19:19:08 +0000 http://muslimah.or.id/?p=248#comment-5677 Ummi...aku sedih...suamiku sepertinya tidak mencintaiku...tidak ada belaian sayang dan ucapan cinta selama pernikahan (4 thn), Masa perkenalan kami hanya 5 bulan kemudian kami menikah aku merasa tersiksa dan membuatku menjadi pribadi yang keras (karena merasa tidak disayang)...mau bercerai tapi aku takut karena tidak ada pekerjaan dan aku masih mencintai suamiku..aku harus bagaimana ummi....please help me.... Ummi…aku sedih…suamiku sepertinya tidak mencintaiku…tidak ada belaian sayang dan ucapan cinta selama pernikahan (4 thn),
Masa perkenalan kami hanya 5 bulan kemudian kami menikah
aku merasa tersiksa dan membuatku menjadi pribadi yang keras (karena merasa tidak disayang)…mau bercerai tapi aku takut karena tidak ada pekerjaan dan aku masih mencintai suamiku..aku harus bagaimana ummi….please help me….

]]>